Berita

Ketua Fraksi PAN, Saleh Daulay/Net

Politik

Ketua Fraksi PAN: Kalau Betul Vaksin di Kudus Kadaluarsa, Itu Aneh dan Mubazir Sekali

KAMIS, 04 NOVEMBER 2021 | 10:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah diminta segera melakukan klarifikasi atas munculnya informasi tentang 4 ribu dosis vaksin Astra Zaneca yang kadaluwarsa di Kudus, Jawa Tengah.

Pasalnya, munculnya berita tersebut dapat meresahkan masyarakat dan berujung pada ketidakinginan masyarakat untuk melaukukan vaksinasi.

Harapan itu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Kamis (4/11). Menurutnya, informasi yang bertebaran tersebut tentu tidak baik. Apalagi, pemerintah sedang mengejar target pencapaian vaksinasi sebanyak 70 persen hingga akhir tahun.


"Dengan berita tersebut, terkesan pemerintah tidak sungguh-sungguh dalam melaksanakan program vaksinasi tersebut. Kalau membaca beritanya, kejadian ini diakibatkan lambatnya distribusi vaksin dari provinsi ke kabupaten,” ujarnya.

Namun demikian, Ketua Fraksi PAN itu mengaku belum tahu pasti apa yang menjadi kendala. Hanya saja, jika benar vaksin tersebut kadaluarsa, maka pihaknya sangat menyayangkan.

Saleh menekankan bahwa hingga saat ini masih banyak daerah yang berjibaku meminta kuota vaksin. Semuanya belum bisa dipenuhi. Ketersediaan vaksin juga terbatas. Masih harus menunggu dari negara produsen.

"Kan aneh ya, ada daerah yang kekurangan vaksin dan mengejar-ngejar kuota, tapi ada daerah yang vaksinnya ada, tetapi terlambat disuntikkan. Kalau betul kadaluwarsa, itu sangat mubazir. Pantas dan wajar disorot masyarakat,” ucapnya.

Atas dasar itu, Saleh mendesak Kementerian Kesehatan RI diminta untuk ikut membantu memantau distribusi vaksin di daerah. Jika ditemukan kendala, Kementerian Kesehatan diminta untuk memberikan bantuan.

“Kemenkes juga harus turun ke bawah. Berikan supervisi dan bantuan yang diperlukan,” katanya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya