Berita

Aung San Suu Kyi/Net

Dunia

Junta Myanmar Keukeuh Blokir Akses Utusan ASEAN Bertemu Aung San Suu Kyi

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 10:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan junta Myanmar kembali menegaskan tidak akan memberikan izin kepada Utusan Khusus ASEAN Erywan Yusof untuk bertemu dengan pemimpin sipil yang digulingkan, Aung San Suu Kyi.

Penegasan itu disampaikan oleh Wakil Senior Jenderal Soe Win, dengan menyebut tidak ada negara lain yang akan mengizinkan tindakan tersebut.

Itu lantaran, seperti dikutip Reuters pada Rabu (3/11),  Suu Kyi saat ini tengah menghadapi persidangan atas beberapa kasus. Sehingga mengizinkan utusan ASEAN untuk bertemu Suu Kyi akan melanggar hukum.


Pekan lalu, para pemimpin ASEAN bertemu tanpa kehadiran perwakilan dari Myanmar.

Berdasarkan keputusan para menlu ASEAN pada 15 Oktober, pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing tidak diundang selama KTT karena dinilai mengimplementasikan lima poin konsensus yang telah disepakati pada April.

Alih-alih, para menlu ASEAN sepakat untuk mengundang perwakilan non-politis bagi Myanmar. Tetapi pihak junta mengkritisinya dengan menyebut langkah tersebut melanggar prinsip non-intervensi.

Myanmar jatuh ke dalam krisis sejak aksi kudeta militer pada 1 Februari. Aksi protes menolak kudeta militer ditanggapi dengan kekerasan hingga memicu banyak korban jiwa, hingga lebih dari 1.000 orang dengan ribuan lainnya ditangkap.

Pada April, para pemimpin ASEAN termasuk junta menyepakati lima poin konsensus untuk menyelesaikan krisis di Myanmar.

Lima poin konsensus tersebut yaitu penghentian kekerasan, dimulainya dialog konstruktif, mediasi oleh utusan khusus ASEAN, akses bantuan kemanusiaan, dan kunjungan ke Myanmar oleh utusan khusus.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya