Berita

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati/Net

Bisnis

Sri Mulyani Sesumbar Tahun 2021 Ditutup dengan Pertumbuhan Ekonomi 4 Persen

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 15:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini akan mencapai 4 persen hingga akhir tahun 2021.

Kepercayaan diri tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar Rabu (27/10).

"Jadi keseluruhan 4 persen, lebih tinggi dari IMF (International Monetary Fund) dan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development)," kata Sri Mulyani.


Dalam kesempatan sebelumnya, dana moneter internasional ata IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 3,2 persen, sedangkan prediksi OECD 3,7 persen.

Prediksi pertumbuhan ekonomi 4 persen didapat dari proyeksi laju ekonomi nasional di kisaran 4,5 persen pada kuartal III 2021. Peningkatan ini tak lepas dari laju penyebaran Covid-19 varian delta yang diklaim berhasil ditekan dengan baik.

"Proyeksi ini berbasis pada bagaimana suatu negara bisa menghadapi Covid-19 terutama varian delta dan kita bisa," ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah memprediksi ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,4 persen di kuartal IV 2021. Hal ini tak lepas dari kondisi ekonomi domestik yang terdampak kenaikan harga komoditas di pasar global.

"Dengan kenaikan harga komoditas, CPO, batubara yang akan memberikan tambahan penerimaan untuk APBN, maka ekonomi akan pulih, APBN pulih, dan korporasi lebih baik," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya