Berita

Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas saat memaparkan hasil surveinya secara virtual, Selasa, 19 Oktober/RMOL

Politik

Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Publik ke Jokowi Relatif Stabil di Periode Kedua

SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 19:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kinerja Presiden Joko Widodo dalam kurun waktu dua tahun menjabat di periode keduanya mendapat respon positif dari publik.

Setidaknya, tingkat kepuasan kepada Jokowi tergambar di dalam survei opini publik terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada pada pertengahan September lalu.

Di dalam hasil survei SMRC yang kali ini bertajuk "Evaluasi Publik Nasional Dua Tahun Kinerja Presiden Jokowi" mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi lebih tinggi dibanding yang tidak puas.


"Mayoritas warga, 68,5 persen, sangat dan atau cukup puas dengan kerja Presiden Jokowi," ujar Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas saat memaparkan hasil surveinya secara virtual, Selasa (19/10).

Sementara itu, SMRC juga mencatat persepsi publik sebanyak 29,5 persen yang merasa tidak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi.

"Dan yang tidak tahu dan atau tidak menjawab dua persen," imbuhnya.

Sirojudin menuturkan, tingkat kepuasan yang tercatat kali ini memperlihatkan kecendrungan yang stabil sejak Jokowi mulai memerintah di tahun 2020 hingga tahun 2021 ini.

"Angka (kepuasan) ini menjadi 68,8 persen pada survei Oktober 2020 dan sekarang 68,5 persen. Relatif stabil dibanding 2019," demikian Sirojudin Abbas.

Survei SMRC yang digelar pada medio 15-21 September 2021 ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.220 responden.

Sementara, Margin of Error (MoE) survei ini kurang lebih sebesar 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya