Berita

Selebgram Rachel Vennya/Net

Politik

Agar Tidak Jadi Ancaman, PDIP Minta Rachel Vennya Diperlakukan Sama

SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 09:44 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pengakuan dan permintaan maaf selebgram Rachel Vennya kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno lantaran kabur dari kewajiban karantina usai datang dari luar negeri, menjadi perhatian serius polisi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo.

Anggota Komisi IX DPR RI itu mengaku tidak habis pikir seorang influencer seperti Rachel Vennya abai pada perintah UU.

"Itu suatu hal yang melawan perintah rakyat, melawan perintah dalam hal ini UU Kekarantina Kesehatan juga UU Penyakit Menular," kata Rahmad Handoyo kepada wartawan, Selasa (19/10).


"Nah aturan karantina itu adalah amanat rakyat dan pemerintah untuk menanggulangi mengendalikan penyakit menular, itu jelas dan tegas," sambungnya.

Sebagai sesama warga negara, Rahmad Handoyo berharap ada perlakuan yang sama pada Rachel Vennya dalam kasus pelanggaran itu sebagaimana hukuman pada pelanggaran yang dilakukan kepada warga negara lainnya.

"Kalau tidak (disamakan hukumannya), ini menjadi ancaman, itu bisa menjadi melemahkan masyarakat yang akan atau sedang berproses melawan Covid-19," pungkasnya.

Ucapan maaf disampaikan Rachel dalam sebuah konten YouTube milik selebriti Boy William, Senin (18/10). Selain kepada kedua menteri tersebut, Rachel Vennya juga meminta maaf kepada orang-orang yang telah berjuang melawan Covid dan semua orang yang terlibat untuk menangani kasus ini.

"Aku minta maaf juga sama Menteri Kesehatan, sama Menteri Pariwisata, sama semuanya yang sampai harus buka suara, sampai harus repot sama hal ini," terangnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya