Berita

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi/Repro

Politik

Pinjol Ilegal Ternyata Sudah Diadukan Tiga Tahun Lalu, Tapi Tak Digubris

SABTU, 16 OKTOBER 2021 | 12:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aduan mengenai pinjaman online (Pinjol) ilegal ternyata sudah dilaporkan masyarakat kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sejak tiga tahun terakhir.

Hal tersebut disampaika Ketua YLKI, Tulus Abadi dalam diskusi daring bertajuk 'Jerat Pinjol Ilegal Bikin Benjol' pada Sabtu siang (16/10).

"Sentilan presiden agak terlambat, karena fenomena ini sudah sejak tiga tahun terakhir. Pengaduan ke YLKI 70 persen dominan itu Pinjol Ilegal," kata Tulus Abadi.


Puluhan aduan tersebut pun telah ditindaklanjuti YLKI dengan meneruskan kepada pemerintah. Namun sayang, hingga kini tidak ada respons dari pemerintah dan pihak terkait.

"Aduan sudah kami sampai ke mana-mana, tetapi tidak ada follow up yang memadai sehingga mewabah seperti halnya pandemi," lanjut  Tulus Abadi.

Atas dasar itu, Tulus menyayangkan sikap pemerintah yang lamban mengantisipasi adanya pinjol ilegal yang belakangan dikeluhkan masyarakat.

"Ketika pemerintah membuka keran ekonomi digital, pemerintah kurang mengantisipasi baik dari sisi infrastruktur kebijakan dan juga aspek sosiologis masyarakat," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya