Berita

Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar, Hasbullah Rahmat/RMOLJabar

Politik

Jokowi Izinkan KCJB Pakai APBN, PAN Jabar: Mending Buat Pengembangan UMKM

SABTU, 16 OKTOBER 2021 | 01:42 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jawa Barat menyayangkan keputusan Presiden Joko Widodo menggunakan APBN untuk menutupi pembengkakan anggaran proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

PAN Jabar menilai, daripada membiayai proyek yang belum tentu manfaatnya dirasakan oleh “orang kecil”, lebih baik uang negara itu digunakan untuk pengembangan UMKM, program peningkatan ekspor, dan program lain yang sejenis.

"Misalkan swakarya, program UMKM, peningkatkan komoditas yang bisa diekspor. Hal-hal seperti itu saya kira penting untuk didahulukan setelah sektor kesehatan dan pendidikan," kata Ketua Fraksi PAN DPRD Jabar, Hasbullah Rahmat, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (15/10).


Hasbullah menerangkan, KCJB adalah  proyek yang bersifat businesa to business dan tak melibatkan pemerintah. Oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan yang terlibat seharusnya mencari sumber pembiayaan sendiri tanpa harus membebani APBN.

"APBN kita ini sudah cukup tergerus untuk penanganan Covid-19 maupun membayar utang pokok dan bunga luar negeri yang cukup besar yang melampaui dari total APBN kita," paparnya.

"Kalau investasi yang dikelola oleh BUMN Indonesia dan Tiongkok harus mencari sumber dana dari sindikasi perbankan. Tidak harus di-cover melalui APBN," tegasnya.

Sekali lagi, Hasbullah mengimbau agar APBN digunakan untuk membiayai hal-hal krusial. Lain baik untuk menumbuhkan perekonomian kerakyatan maupun membangun sumberdaya manusia. Bukan untuk melanjutkan proyek kereta cepat.

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya