Berita

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Lampung berkapasitas 110 megawatt (MW). (Foto: Dok. PLN)

Bisnis

Penjualan REC Capai 6,43 TWh di 2025

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 20:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Layanan Green as a Service (GEAS) Renewable Energy Certificate (REC) PT PLN (Persero) kini semakin diminati oleh pelanggan. Sepanjang tahun 2025, tercatat penjualan REC mencapai 6,43 terawatt hour (TWh) atau tumbuh 19,65% secara tahunan (yoy). 

REC merupakan sertifikat yang membuktikan penggunaan listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT), sehingga pelanggan dari berbagai sektor dapat mendukung pengurangan emisi karbon tanpa mengubah infrastruktur kelistrikan. 

Skema ini juga dapat mempermudah pelanggan dalam mendapatkan pengakuan atas penggunaan EBT yang transparan, akuntabel, dan diakui secara internasional. 


Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan kepercayaan pelanggan sektor industri dan bisnis terhadap produk energi hijau yang disediakan PLN. Selain itu, hal ini juga merupakan buah dari meningkatnya kesadaran pelanggan akan transisi energi.

“Hal ini merefleksikan kesiapan pemain di sektor industri dan bisnis yang semakin serius berperan dalam transisi energi terbarukan demi meningkatkan daya saing,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Jumat 23 Januari 2026.

Berdasarkan tren, penjualan REC dalam lima tahun terakhir sejak diluncurkan pada 2020 hingga 2025 menunjukkan peningkatan yang konsisten. Hal ini menandakan solusi ini semakin diterima sebagai instrumen bagi pelaku usaha dalam mendukung energi terbarukan sekaligus berkontribusi menurunkan emisi karbon.

“Sebagai tulang punggung penyedia EBT nasional, PLN berkomitmen meningkatkan daya saing industri dengan menyediakan layanan listrik hijau yang 100% dipasok oleh pembangkit EBT kami melalui REC," ujar Darmawan.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto mengatakan, tingginya minat pelanggan industri berat dan manufaktur berskala besar memiliki kebutuhan energi tinggi yang berperan menjadi pendorong utama kinerja layanan REC sepanjang tahun 2025 lalu.

“Sebagian besar penjualan REC masih didominasi oleh pelanggan industri berskala besar. Pada Desember 2025 lalu, sekitar 55% dari total penjualan REC berasal dari sepuluh pelanggan dengan volume pembelian terbesar. Ini menunjukkan sektor industri menjadi motor utama dalam memanfaatkan energi bersih,” jelas Adi.

Saat ini, PLN telah mengoperasikan 12 pembangkit energi terbarukan yang menyuplai listrik hijau untuk pelanggan GEAS (REC dan Dedicated Source), yakni Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, PLTP Ulubelu, PLTP Lahendong, PLTP Ulumbu, PLTP Ijen, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata, PLTA Bakaru, PLTA Orya Genyem, PLTA Saguling, PLTA Mrica, Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Lambur, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.309 Triliun pada Kuartal IV-2025, Naik Rp69 Triliun

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:12

Perdamaian Masih Impian

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:06

Ini Penjelasan DPR Soal Kembalinya Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:54

Bahlil Dorong Kemandirian Energi Lewat Revitalisasi Sumur Tua

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:50

DPR Tegaskan Tak Ada Usulan Revisi UU KPK yang Diklaim Jokowi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:43

Prabowo Yakinkan Pebisnis AS, RI Kompetitif dan Terbuka untuk Investasi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:40

Meski Sahroni Kembali, Satu Kursi Pimpinan Komisi III DPR Masih Kosong

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:32

Kolaborasi Indonesia-Arab Saudi: Misi Besar Menyukseskan Haji 2026

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:27

Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Rp649 Trilun di Forum Bisnis US-ABC

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:18

Paripurna DPR Setujui Kesimpulan Komisi III soal Pemilihan Hakim Konstitusi Adies Kadir

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:16

Selengkapnya