Berita

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid/Net

Nusantara

Meutya Hafid: Generasi Muda Harus Menjadi Pelopor Masyarakat Digital

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 02:44 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Generasi muda harus menjadi pelopor masyarakat digital di tengah era disrupsi teknologi yang menuntut percepatan inovasi dan perubahan fundemental pada semua sistem dan tatanan yang ada ke cara-cara baru.

Begitu dikatakan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid dalam webinar bertajuk Muda, Kreatif dan Digitalisasi yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (14/10).

Menurut Meutya Hafid, di era revolusi industri 4.0, anak muda harus memanfaatkan enabler technology yang inovatif dan menciptakan nilai tambah pada teknologi drone, artificial intelegence, big data analysis, cloud dan teknologi lainnya.


"Anak muda sebagai pemilik zaman harus menguasai berbagai pengetahuan baru yang berhubungan dengan internet, data dan algoritma, yang menjadi penentu umat manusia di masa mendatang," ujar Meutya Hafid.

Legislator Partai Golkar inj mengatakan, DPR terus mendorong pemerintah untuk mempercepat berbagai upaya dalam membangun literasi digital.

"Sehingga menjadi upaya perubahan kultur dan attitude masyarakat dalam percepatan transformasi digital," katanya.

Ditambahkan Dosen Vokasi Universitas Indonesia Devie Rahmawati, di era pandemi Covid-19 seperti saat ini, seharusnya dunia digital menjadi berkah bukan bencana.

Hal ini, kata Devie, tentu sangan ditentukan dari perilaku dari masyarakat yang menggunakan dunia maya dengan tetap mengedepankan etika dalam berselancar di dunia maya.

"Komunikasi menjadi penting ketika sedang berinteraksi di dua dunia itu. Sama halnya dengan dunia nyata pada dunia digital kunci kesuksesan hidup adalah komunikasi yang beradab dan bermartabat," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya