Berita

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi/RMOL

Politik

Minoritas Publik Anggap UUD 45 Tak Cocok untuk Indonesia, Burhanudin: Ada 6,7 Persen dan Itu Angkanya Jutaan

RABU, 13 OKTOBER 2021 | 18:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

. Amandemen UUD 1945 masih hangat diperbincangkan baik di kalangan elit maupun masyarakat sipil yang masih menggapnya sebagai hal yang tabu.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan hasil surveinya terkait persepsi publik terhadap amandemen UUD 1945 yang dikumpulkan sejak bulan September.

"Nah ini ada dua opini, mana yang dianggap sesuai dengan aspirasi publik. Menurut publik UUD 45 merupakan dasar negara yang paling sesuai dengan Indonesia," ujar Burhanudin dalam acara FGD Fraksi Partai Nasdem bertajuk "Urgensi Amandemen UUD 1945 KE-5; Kepentingan Bangsa Atau...?" yang digelar virtual pada Rabu siang (13/10).


Burhanuddin menyebutkan,  mayoritas responden dalam surveinya menyatakan UUD 1945 adalah dasar negara yang paling sesuai dengan Indonesia. Jumlahnya mencapai 88,0 persen.

Dia menuturkan, ada 6,7 persen yang mengatakan UUD 1945 tidak sesuai dengan Indonesia dan perlu diganti dengan dasar negara lain, dan hanya 5,3 persen yang mengaku tidak tahu.

Dari hasi surveinya tersebut, Burhanudin memandang perlu agar pemerintah memperhatikan persepsi minoritas publik yang menganggap UUD 1945 tak tepat dijadikan landasan negara Indonesia.

"Itu bukan angka yang sediikit lho ya," tegasnya.

Burhanudin mengkalkulasi, jumlah responden yang memiliki persepsi berbeda dengan mayoritas masyarakat masih mencapai jutaan, jika dihitung berdasarkan populasi pemilih menurut data hasil pemilu 2019 yang memiliki hak pilih 191 juta.

"Jadi kurang lebih 7 persen (populasi yang menganggapUUD 1945 tidak tepat untuk Indonesia). Itu ada 7x1,9juta plus 5,3persen, jadi itu jutaan tuh," tuturnya.

Dari situ, Burhanudin berharap pemerintah tak hanya melihat angka prosentase 6,7 atau 5,3 persen orang yang tidak sepakat UUD 1945 sebagai dasar negara sebagai angka yang kecil.

Di samping itu, dalam surveinya Burhanudin juga memberikan pertanyaan kepada responden perihal amandemen UUD 1945 apakah perlu diubah atau tidak. Hasilnya, mayoritas publik tidak sepakat untuk diubah, karena UUD 45 dianggap telah mampu memenuhi kebutuhan perkembangan jaman.

Namun, ada responden yang merespon beberapa pasal UUD 45, baik dari kalangan elit maupun publik, menganggap perlu ada peruubahan guna menyesuaikan kebutuhan bangsa yang saat ini mengalami perubahan yang cukup drastis dari era orde baru, reformasi, hingga demokrasi saat ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya