Berita

Ketua Kelompok Fraksi Partai Demokrat di Komisi II DPR RI Anwar Hafid/Net

Politik

Ingatkan Juri Ardiantoro Cs, Demokrat: Kejujuran Pemilu Dimulai Dari Integritas Tim Seleksi

RABU, 13 OKTOBER 2021 | 09:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022 hingga 2027, harus tetap menjaga netralitas dan integritas dalam menjalankan tugas.

Harapan itu disampaikan Ketua Kelompok Fraksi Partai Demokrat di Komisi II DPR RI Anwar Hafid menyikapi polemik ditunjuknya Deputi IV Kantor Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro menjadi Ketua Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) periode 2022-2027.

"Kejujuran pemilu kita dimulai dari integritas tim seleksi, saya berharap integritas itu dimiliki oleh pansel," kata Anwar Hafid kepada wartawan, Rabu (14/10).


Pasalnya, kata Anwar Hafid, pansel tersebut akan memilih penyelenggara pemilu yang memiliki kredibelitas, jujur, dan independen. Tiga hal itu, kata dia, bisa dicapai jika tim seleksi betul-betul berintegritas.

"Kata kunci integritas dalam konteks pemilu adalah menjamin bahwa proses, termasuk aktor yang akan menjalankan tahapan pemilu, benar-benar berdiri di atas netralitas dan tidak berpihak," katanya.

"Jika pansel yang terpilih tidak bisa menjaga netralitas tersebut dalam menentukan proses seleksi penyelenggara tentu ini tidak boleh dibiarkan," demikian Anwar Hafid.

Posisi Juri Ardiantoro yang juga mantan Ketua KPU RI 2016-2017 menjadi sorotan karena dia sempat menjadi anggota Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat kampanye Pemilu 2019.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya