Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Pembentukan Tim Seleksi KPU dan Bawaslu Tidak Transparan, Jokowi Diingatkan untuk Libatkan Publik

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 15:53 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pengusulan calon tim seleksi komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu RI dinilai tidak transparan.

Peneliti Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Yayan Hidayat mengatakan, tahapan Pemilu 2024 dimulai dengan kegelisahan. Sebab, proses tahapan pembentukan tim seleksi KPU dan Bawaslu yang terkesan tertutup.

Yayan mengaku mengetahui nama calon tim seleksi setelah beredar surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dikirimkan ke Presiden Jokowi dengan daftar nama usulan calon tim seleksi KPU dan Bawaslu RI. Padahal proses penjaringannya tidak dilakukan secara terbuka.


"Namun, proses penjaringan hingga pengusulan daftar nama calon tim seleksi tersebut berlangsung secara tertutup tanpa melibatkan partisipasi publik," demikian kata Yayan, Jumat (8/10).

Yayan mengatakan, sikap pemerintah yang tertutup menjadi dasar Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari beberapa lembaga pegiat demokrasi melakukan kritik pada Kemendagri.

Apalagi, menurut Yayan,  komposisi tim seleksi pun harus memperhatikan keterwakilan dari lapisan kelompok baik dari unsur pemerintah, akademisi hingga masyarakat sesuai Pasal 22 ayat (3) UU 7/2017 tentang Pemilu.

"Ditentukan berdasarkan reputasi dan rekam jejak yang baik yang mencakup aspek kredibilitas dan integritas, memahami kompleksitas permasalahan pemilu dan tidak terafiliasi dengan partai politik," demikian penjelasan Yayan.

Yayan kemudian menjelaskan bahwa untuk memastikan proses pembentukan berjalan sesuai aturan maka membutuhkan partisipasi publik. Tujuannya, untuk mengawasi pembentukan tim seleksi.

Selain itu, dengan prinsip keterbukaan, akan memberikan ruang bagi masyarakat sipil untuk terlibat mengawasi.

"Padahal, demokrasi yang berkualitas adalah demokrasi yang terbuka dan memberikan ruang partisipasi yang luas bagi seluruh lapisan kelompok masyarakat untuk terlibat aktif mengawasi jalannya proses demokratisasi di Indonesia," jelasnya.

Karena proses pengusulan nama tim seleksi memunculkan kecurigaan kepada para pegiat demokrasi, Yayan mengatakan, Koalisi mendorong Presiden Jokowi mengedepankan prinsip transparansi dan membuka seluas-luasnya ruang partisipasi publik.

"Serta mengutamakan kriteria tim seleksi KPU dan Bawaslu RI pada aspek kredibilitas dan integritas, memahami kompleksitas permasalahan pemilu dan independensi," demikian kata Yayan.

Dalam Koalisi itu tergabung beberapa lembaga pegiat demokrasi, diantaranya: Indonesian Parliamentary Center (IPC), Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), AMAN,  Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif (Kode Inisiatif).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya