Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Pujian Profesor Singapura Hanya Penggembira Sesaat Bagi Jokowi

JUMAT, 08 OKTOBER 2021 | 10:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pujian seorang profesor dari National University of Singapore, Kishore Mahbubani kepada Presiden Joko Widodo dinilai sebatas penggembira sesaat. Sebab pujian itu disampaikan tanpa melihat kondisi dan kenyataan yang dirasakan rakyat Indonesia.

Begitu kata Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia, Saiful Anam menanggapi pernyataan Kishore Mahbubani yang menganggap Presiden Jokowi berbeda dengan pemimpin penipu.


"Saya kira perlu dipertanyakan terkait objektivitas pakar tersebut. Dia tidak tahu kondisi riil yang terjadi di akar rumput sebenarnya. Sehingga kemudian nada-nadanya seperti hanya melihat Jokowi dari satu sisi saja," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/10).

"Saya kira perlu dipertanyakan terkait objektivitas pakar tersebut. Dia tidak tahu kondisi riil yang terjadi di akar rumput sebenarnya. Sehingga kemudian nada-nadanya seperti hanya melihat Jokowi dari satu sisi saja," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/10).

Menurutnya, hasil riset yang dijadikan dasar Kishore Mahbubani untuk menyampaikan pujian harus dipertanyakan. Dengan begitu, publik tidak berprasangka buruk bahwa ada sesuatu dibalik puja puji profesor tersebut kepada Jokowi.

Pujian tanpa data akurat justru akan membuat publik curiga bahwa profesor tersebut sedang punya kepentingan tersembunyi.

"Untuk itu, pernyataan kehebatan tersebut bisa jadi hanya sebagai angin lalu, yang hanya sebagai penggembira sesaat bagi Jokowi. Pada akhirnya justru rakyat harus menanggung beban sulitnya perekonomian, kesatuan dan persatuan bangsa," pungkas Saiful.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

Pencalonan Kaesang di Solo Raya Sinyal Perang Terbuka PSI vs PDIP

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Araghchi Ancam Balas Serangan Ukraina ke Kapal Dagang Iran

Senin, 27 Juli 2026 | 10:23

Istana Tegaskan Mundurnya Perry Warjiyo Murni Keputusan Pribadi

Senin, 27 Juli 2026 | 10:13

Kejaksaan Harus Jawab Klaim Kriminalisasi Febrie dengan Bukti

Senin, 27 Juli 2026 | 10:04

KPK Dalami Aliran Dana yang Diduga Disiapkan Bupati Kuansing untuk Raja Juli

Senin, 27 Juli 2026 | 09:57

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Perlu SOP yang Ketat

Senin, 27 Juli 2026 | 09:51

IHSG Merah, Rupiah Ambruk ke Rp17.976 per Dolar AS Usai Gubernur BI Mundur

Senin, 27 Juli 2026 | 09:47

Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap Bareskrim

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Pengamat: Sulit bagi Kaesang dan PSI Kuasai Solo Raya

Senin, 27 Juli 2026 | 09:34

Perjalanan Karier dan Rekam Jejak Perry Warjiyo di Kepemimpinan Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 | 09:25

Selengkapnya