Berita

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia/Net

Politik

Ketua Komisi II: Kalau Pemilu Bulan Februari, akan Ada Dua Presiden

KAMIS, 07 OKTOBER 2021 | 16:07 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Polemik jadwal pemilihan umum (Pemilu) 2024 masih terus bergulir. Tarik ulur jadwal pelaksanaannya masih terjadi perdebatan antara DPR dengan pemerintah.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia berpendapat, tanggal 15 Mei 2024 merupakan waktu yang tepat untuk menyelenggarakan Pemilu. Pasalnya, ia mengkhawatirkan pemerintahan tidak akan berjalan efektif jika dilaksanakan Pemilu tanggal 12 Februari 2024.

"Kalau kita lakukan bulan Februari itu jauh banget dari pelantikan Presiden di bulan Oktober. Perlu waktu 8 bulan, saya tidak bisa membayangkan bagaimana nanti pemerintah dijalankan secara efektif, karena kita selama 8 bulan, punya dua Presiden,” kata Ahmad Doli dalam acara diskusi virtual Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk "Jalan Buntu Pemilu 2024", Kamis (7/10).


"Satu Presiden terpilih, incumbent, satu lagi Presiden yang tanggal 21 sudah tahu kalau tidak ada putaran kedua ya dengan catatan tidak ada putaran kedua, kita kan sudah tau presiden terpilih itu siapa,” imbuhnya.

Menurutnya, rentang waktu antara Pemilu dengan pelantikan yang cukup berjarak tersebut akan membuat pemerintahan Indonesia tidak maksimal. Sehingga dipilihnya bulan Mei tersebut dengan pertimbangan agar prosesi Pemilu berdekatan dengan pelantikan Presiden.

"Maka 8 bulan itu nanti bisa jadi potensi tidak efektif, karena ada komando. Belum lagi kalau misalkan nanti kaya kemarin terjadi pembelahan antara tim Presiden satu dan kedua itu 8 hulan itu pasti akan terganggu, makanya kita mencari waktu yang paling mungkin dan paling dekat dengan pelantikan presiden. Maka waktu yang palong mungnkin itu adalah tanggal 15 Mei,” katanya.

Wakil ketua umum Partai Golkar ini mengurai pada pemilu 2004, 2009, dan 2019 pelaksanannya berlangsung di bulan Juli. Idealnya, Pileg di bulan April, sedangkan untu pipres di bulan Juli, kemudian jika ada putaran kedua jarak antara Pemilu dengan sengketa Pemilu serta pelantikan jaraknya cukup dekat.

"Kita enggak bisa buat juli kenapa? Karena ada perintah amanat satu lagi, pilkada itu harus November, jadi kalau kita buat Juli itu enggak mungkin terjadi. Yang paling mungkin itu adalah di 15 Mei, itu yang paling mungkin dan paling dekat dengan pelantikan Presiden,” tutupnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Yayasan Trisakti Teken MoU Garap 80 Hektare Lahan Jagung Hibrida

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:58

TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim dalam Agenda Tahunan RSIS

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:31

Segudang Harapan dari Inggris, Prancis dan Swiss

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:13

Galeri Investasi FEB Unusia jadi Wadah Mahasiswa Melek Pasar Modal

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:45

Pesan Prabowo di WEF 2026 jadi Arah Baru Perdamaian Dunia

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:25

Bareskrim Bawa Banyak Dokumen Usai Geledah Kantor DSI

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:00

Fenomena Kuil Pemujaan Jabatan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:18

Konsisten Budaya Keselamatan, Kunci PTPN IV PalmCo Catat 23 Juta Jam Zero Accident

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Kembali Tiba di Tanah Air Bawa Komitmen Investasi Rp90 Triliun

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:33

Selengkapnya