Berita

Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Deni Irvani/Repro

Politik

Saat Elektabilitas PDIP dan Gerindra Merosot, Golkar Justru dalam Tren Positif

KAMIS, 07 OKTOBER 2021 | 16:06 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PDI Perjuangan tampaknya masih dijagokan publik sebagai pemenang Pemilu Serentak 2024. Posisi PDIP diikuti Partai Golkar dan PKB yang melengkapi posisi tiga besar.

"PDIP masih unggul 22,1 persen, disusul Golkar 11,3 persen, dan PKB 10 persen," ujar Direktur Riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Deni Irvani, dalam rilis survei bertema "Partai dan Tokoh Calon Presiden: Kecenderungan Sikap Pemilih Menjelang 2024" pada Kamis (7/10).

Posisi berikutnya adalah Partai Gerindra dengan 9,9 persen, Partai Demokrat 8,6 persen, PKS 6 persen, dan Nasdem 4,2 persen.


Dituturkan Deni, kalau dilihat kecenderungan, elektabilitas PDIP terlihat melemah, dari 25,9 persen pada Maret 2020 menjadi 22,1 persen pada September 2021. Begitu juga Gerindra dari 13,6 persen menjadi 9,9 persen

"Sebaliknya, kecenderungan kenaikan terlihat pada Golkar, dari 8,4 persen menjadi 11,3 persen," terangnya.

Sementara, jika memakai asumsi ambang batas lolos parlemen atau parliamentary threshold 4 persen, partai politik yang diperkirakan tidak lolos adalah Perindo, PPP, PAN, PSI, Hanura, Garuda, Berkarya, Gelora, PBB, PKPI, dan Ummat.

"Ada responden yang memilih lainnya 0,1 persen dan tidak menjawab atau menjawab tidak tahu 18,8 persen," pungkasnya.

Survei SMRC dilakukan pada media 15-21 September 2021 dengan melibatkan 1.200 responden yang diwanancara secara tatap muka.

Metode yang dipakai adalah multistage random sampling dengan toleransi kesalahan plus minus 3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya