Berita

Mensos Tri Rismaharini/Net

Politik

Kontraproduktif bagi Publik, Gaya Marah Risma Bukti Pemimpin Gagal Bangun Komunikasi Baik

RABU, 06 OKTOBER 2021 | 16:24 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo dipecat setelah memantik kemarahan Menteri Sosial Tri Rismaharani terkait masalah data penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Gaya marah-marah Risma saat menjalankan amanahnya sebagai orang nomor satu di Kemensos dinilai kontraproduktif bagi publik. Sebab, masyarakat akan mempunyai persespi masalah akan selesai harus dengan marah-marah.

Demikian Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia, Neni Nur Hayati saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu sore (6/10).


Menurut Neni, aksi marah-marah Risma menunjukkan bahwa dirinya gagal membangun komunikasi publik sebagai seorang pemimpin yang baik.

Ia memahami apa yang menjadi tujuan Risma menyelesaikan masalah data penerima PKH adalah hal baik. Meski demikian, seharusnya sebagai seorang pemimpin mantan Walikota Surabaya dua periode itu tidak menyelesaikan dengan kemarahan.

"Pemimpin juga harus memiliki kemampuan mendengarkan karena mendengarkan adalah kemampuan komunikasi terbaik yanag dimiliki oleh pemimpin. Mestinya, mendengarkan terkait dengan ketidakmampuan bawahannya yang dinilai belum mampu menyelesaikan data PKH secara akurat," demikian analisa Neni.

Neni menyarankan, setelah Risma mendengar bawahannya kemudian menindaklanjuti dengan memberikan solusi pad apara bawahannya.

"Sebagai komunikator politik tentu harus memiliki kredibilitas dan kesantunan dalam menyampaikan frasa dan diksi atas pesan yang hendak mempersuasi rekan kerjanya," terang Neni.

Video kemarahan Risma di Gorontalo kembali viral. Risma naik pitam seteleh mendengar pernyataan Kepala Dinas Kabupaten Gorontalo. Aksi kemarahan Risma tidak hanya dilakukan sekali. Di berbagai daerah yang dikunjungi Risma kerap marah-marah ke oara bawahannya.

Rata-rata masalah yang membuatnya marah adalah mengenai data dan pendistribusian Bansos yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya