Berita

Jaya Suprana Show dengan tema "Ajaran Jesus Sebagai Pedoman Hidup" pada Selasa, 5 Oktober 2021/Ist

Nusantara

Cerita Ahok Jalani Hidup dengan Berpedoman pada Firman Jesus

SELASA, 05 OKTOBER 2021 | 17:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Bagi Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal dengan Ahok, firman Allah adalah harta yang paling berharga. Ajaran Yesus adalah pedoman bagi hidup.

Cerita Ahok dalam memaknai firman Allah itu diutarakan dalam Jaya Suprana Show dengan tema "Ajaran Jesus Sebagai Pedoman Hidup" pada Selasa (5/10).

Ketika awal mempelajari firman Tuhan, Ahok mengaku hanya sekadar membaca tanpa mengerti isinya. Namun berbagai peristiwa dalam hidup membuatnya semakin memaknai firman Tuhan.


Setelah menjadi insinyur, Ahok mengaku menghadapi persoalan hidup baru saat sang ayah jatuh sakit, sementara ia berusaha meniti karir. Namun di tengah kebingungannya, Ahok mengingat firman Tuhan dalam Mazmur 133.

Ketika tengah menjejal karir hingga menghadapi batu sandungan, Ahok juga sempat merasa takut menghadapi kebangkrutan.

"Tapi saya ingat, sesungguhnya Bumi serta segala isinya punya Allah," lanjutnya.

Ahok juga menceritakan satu pengalamannya yang menarik. Saat itu ia bekerja untuk mengangkut pasir dan mendapatkan upah.

"Saya duduk di gereja kecil, cabang gereja Kristen Jakarta. Pendeta naik ke mimbar, bilang: kita butuh sounsdystem. Dia sebutin angkanya. Persis sama dengan uang saya," kisahnya.

"Kenapa saya galau? Karena firman Tuhan di Amsal (3:9) bahwa muliakanlah seluruh penghasilan pertamamu ke rumahku. Saya gak mau, tapi kenapa angkanya cocok ya?" tambahnya.

Firman Allah juga selalu dipegang oleh Ahok ketika masuk dunia politik, hingga mendapatkan tawaran menjadi Komisaris Utama PT Pertamina.

"Saya sampaikan, harta yang paling berharga adalah firman Allah," tekannya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya