Berita

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan/Net

Dunia

PM Imran Khan Janji Selidiki Elit Pakistan yang Masuk dalam Pandora Papers

SENIN, 04 OKTOBER 2021 | 08:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan berjanji untuk menindaklanjuti Pandora Papers atau investigasi besar-besaran yang dilakukan media terkait kekayaan tersembunyi para politisinya.

Sebagai salah satu negara paling korup di dunia, nama-nama sejumlah elit di Pakistan turut hadir di Pandora Papers. Bahkan tokoh-tokoh lingkaran dalam Khan, termasuk menteri dan keluarga mereka secara diam-diam dilaporkan memiliki perusahaan dan perwalian yang memegang jutaan dolar.

Di Twitter pada Minggu (3/10), Khan berjanji akan melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan yang tepat jika ada kesalahan.


"Kami menyambut Pandora Papers yang mengekspos kekayaan elit yang diperoleh secara tidak sah, terakumulasi melalui penghindaran pajak dan korupsi dan dicuci ke 'surga' finansial," kata Khan dalam utas panjangnya.

"Pemerintahan saya akan menyelidiki semua warga negara kami yang disebutkan dalam Pandora Papers, dan jika ada kesalahan, kami akan mengambil tindakan yang tepat. Saya meminta komunitas internasional untuk memperlakukan ketidakadilan yang parah ini seperti halnya krisis perubahan iklim," tambahnya.

Pandora Papers merupakan serangkaian kebocoran dokumen keuangan yang dianalisis oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Isinya mulai dari LucLeaks pada 2014, Panama Papers 2016, Paradise Papers 2017, hingga file FinCen 2020.

Totalnya ada sekitar 11,9 juta dokumen bocor dari 14 perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia yang dianalisis.

Investigasi melibatkan sekitar 600 jurnalis dari berbagai media, termasuk The Washington Post, BBC, dan The Guardian.

Secara total, ICIJ menemukan hubungan antara hampir 1.000 perusahaan dan 336 politisi tingkat tinggi dan pejabat publik, termasuk para pemimpin negara, menteri kabinet, duta besar, dan lainnya yang terkait dengan harta tersembunyi.

Di antara mereka, terdapat 35 pemimpin dunia yang masih menjabat saat ini dan sudah menjadi mantan. Mereka menghadapi tuduhan mulai dari korupsi hingga pencucian uang dan penghindaran pajak global.

Salah satu pendahulu Khan, Nawaz Sharif, digulingkan oleh Mahkamah Agung negara itu pada 2017 atas tuduhan yang dibuat di Panama Papers.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya