Berita

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kampar melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu. 3 Oktober/Repro

Nusantara

Tim Reaksi Cepat Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Kampar

SENIN, 04 OKTOBER 2021 | 02:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebakaran lahan perbukitan dengan luas kurang lebih 4 hektar (Ha) di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada Minggu (3/10), berhasil dipadamkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar.

"Kebakaran lahan yang berada di areal perkebunan kelapa sawit itu diketahui terjadi pada pukul 12.00 WIB. Akan tetapi, penyebab dari peristiwa itu belum diketahui," terang Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Senin dini hari (4/10).

Dalam proses pemadaman, Abdul Muhari lanjut menjelaskan, TRC bersama tim satgas gabungan lainnya sempat mengalami kendala karena sumber air yang jauh dari titik lokasi kebakaran.


Namun katanya, upaya pemadaman tersebut kemudian mendapat dukungan dari satgas udara dengan mengerahkan dua buah helikopter waterbombing sebanyak 44 kali.

"Selain melakukan pemadaman tim TRC juga melakukan pendataan sementara terkait kebakaran lahan tersebut. Sementara itu tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," paparnya.

Berdasarkan kajian risiko InaRisk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyebutkan wilayah Kabupaten Kampar memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi dalam kaitan kebakaran hutan dan lahan.

"InaRisk BNPB mendata ada sebanyak 21 wilayah kecamatan yang masuk dalam kategori tersebut. Sementara itu, luas risiko lahan yang mencapai hingga 469.792 hektar," ujarnya.

Melihat dari kajian risiko InaRisk tersebut, BNPB mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar mengambil langkah strategis dalam rangka mitigasi dan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alam dan manusia.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya