Berita

Kebakaran hutan di Yunani/Reuters

Dunia

Studi: Generasi yang Lahir pada Tahun 2020 akan Menghadapi Cuaca Ekstrem Tujuh Kali Lebih Parah

MINGGU, 03 OKTOBER 2021 | 10:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Peristiwa iklim ekstrem akibat pemanasan global semakin buruk setiap tahunnya. Generasi muda akan menjadi korban paling terdampak.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Science baru-baru ini menunjukkan, anak-anak yang lahir pada tahun 2020 akan mengalami peristiwa iklim ekstrem dengan intensitas dua hingga tujuh kali lebih tinggi daripada mereka yang lahir pada tahun 1960.

Ketika generasi yang lebih tua mengalami rata-rata sekitar empat gelombang musim panas ekstrem selama hidup mereka, angka lebih tinggi akan dihadapi generasi muda.


"Dengan laju pemanasan global saat ini dan kurangnya kebijakan nasional yang bersifat preventif, maka gelombang panas, kekeringan, gagal panen, banjir, kebakaran hutan dan siklon tropis kemungkinan akan meningkat dalam frekuensi, intensitas dan durasi," jelas studi tersebut.

Seiring dengan meningkatnya risiko, para peneliti telah menggarisbawahi bahwa anak-anak dari generasi muda di berbagai wilayah di dunia diperkirakan akan sangat terancam oleh perubahan iklim.

Studi menunjukkan bahwa orang yang lebih muda dari 25 tahun pada 2020 di negara-negara berpenghasilan rendah, seperti negara-negara di Timur Tengah dan Afrika utara, memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami iklim yang memburuk daripada rekan-rekan di negara-negara yang lebih maju.

Para peneliti menentukan temuan mereka menggunakan data dari laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim tahun 2021.

Studi ini muncul ketika para aktivis muda berkumpul di Milan, Italia untuk menggelar KTT Youth4Climate. Sementara pada akhir Oktober, para pemimpin dunia akan memulai KTT Perubahan Iklim di Glasgow, Skotlandia.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya