Demonstrasi menolak aturan pembatasan dan sertifikasi vaksin Covid-19 di Rumania/Net
Aturan pembatasan untuk mengekang penyebaran Covid-19, termasuk penggunaan sertifikasi vaksin, sudah memicu kemarahan warga Rumania.
Ribuan orang berkumpul di Bucharest pada Sabtu (2/10) untuk menolak pembatasan Covid-19 yang diumumkan pemerintah akan berlaku pada Minggu (3/10).
"Kebebasan, kebebasan tanpa sertifikat", "Turunkan pemerintah", dan "Setifikat hijau=Kediktatoran" tampak menjadi slogan-slogan yang dibawa mereka.
Dari laporan
Reuters, sebagian besar para demonstran tidak megenakan masker. Demonstrasi itu diselenggarakan oleh partai sayap kanan AUR Rumania.
Mulai Minggu, beberapa aturan pembatasan baru diberlakukan di Rumania, termasuk mewajibkan masker untuk dipakai di tempat umum dan toko-toko tutup pada pukul 10 malam.
Ruang publik seperti restoran, teater, dan pusat olahraga dapat tetap buka, namun dengan kapasitas sebagian dan hanya untuk pelanggan yang memiliki izin yang.
Pelanggan yang dimaksud adalah mereka yang telah divaksinasi sepenuhnya atau menunjukkan bukti bahwa mereka menderita penyakit yang disebabkan oleh virus corona.
Ada juga jam malam akhir pekan yang berlaku untuk orang Rumania yang tidak divaksinasi, dan ada rencana untuk membuat vaksinasi wajib bagi petugas kesehatan.
Rumania mengalami peningkatan mengejutkan dalam jumlah harian kasus virus corona. Sebulan lalu, jumlahnya sekitar 1.000 kasus baru sehari. Pada Sabtu, Rumania melaporkan lebih dari 12.500 kasus baru, jumlah tertinggi sejak pandemi dimulai pada Maret 2020.
Kasus yang meningkat telah membuat rumah sakit di negara itu kawalahan, tempat tidur perawatan intensif hampir penuh, dan protes membuat marah beberapa pekerja medis.
"Situasi di rumah sakit sangat serius. Kami memiliki pasien yang dirawat di rumah sakit di tempat tidur di lorong, semua dengan bentuk Covid-19 yang sangat parah.," kata manajer rumah sakit dari Institut Pneumologi Marius Nasta Bucharest, Beatrice Mahler.
Rumania memiliki salah satu tingkat vaksinasi terendah di Uni Eropa, yaitu 33,5 persen dari semua orang dewasa divaksinasi lengkap, kedua setelah Bulgaria.