Berita

Sketsa pembunuh berantai Le Grele/Net

Dunia

Lewat Catatan Bunuh Diri, Mantan Polisi Prancis Mengaku Sebagai "Le Grele" Si Pembunuh Berantai Legendaris

JUMAT, 01 OKTOBER 2021 | 09:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kisah kelam 35 tahun yang lalu di Prancis kembali ke permukaan setelah seorang mantan polisi militer Prancis bunuh diri dan meninggalkan sebuah catatan mengejutkan.

Adalah Francois Verove, seorang mantan polisi berusia 59 tahun yang mengaku sebagai pembunuh berantai "Le Grele".

Surat kabar berbahasa Prancis, Le Parisie melaporkan, Verove bunuh diri di kota Grau-du-Roi pada Rabu (29/9), dengan menggunakan dosis obat yang fatal. Itu terjadi setelah ia menghindari tes DNA yang bisa menghubungkannya dengan kasus kriminal lama yang belum terpecahkan.


Verove dilaporkan menikah dengan dua anak. Catatan menunjukkan ia tidak sehat secara mental ketika melakukan aksi kejam yang tampaknya sudah berakhir pada 1990-an.

Nama Le Grele yang juga dikenal dengan The Pockmarked Man muncul setelah ada kasus kejahatan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis berusia 11 tahun bernama Cecile Bloch pada 1986. Tubuh gadis itu ditemukan ditikam sampai mati di ruang bawah tanah gedung apartemen tempat keluarganya tinggal.

Seorang saksi mata mengatakan dia menabrak seorang pria di lift pada hari pembunuhan yang memiliki bopeng di kulitnya. Pria itu mengaku memiliki "hari yang sangat, sangat baik" ketika berbicara kepada saksi. Kesaksian itu memicu munculnya nama Le Grele.

BBC menyebut sketsa tersangka yang tergantung di dinding departemen kepolisian setempat selama beberapa dekade lantaran kasus yang tidak terpecahkan.

Berdasarkan penyelidikan polisi, Le Grele juga diduga bertanggung jawab atas kejahatan lain, seperti pembunuhan ganda 1987, pembunuhan Karine Leroy yang berusia 19 tahun pada 1994, dan enam pemerkosaan dengan korban berusia 11 tahun.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya