Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Budaya Lisan Setara Budaya Tulisan

RABU, 29 SEPTEMBER 2021 | 17:25 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

ERA Kolonialisme merajalela sejak bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda mulai merambah ke seluruh pelosok dunia terutama melalui jalur laut.

Senjata Kebudayaan

Secara ragawiah bangsa penjajah menaklukkan bangsa terjajah dengan menggunakan senjata, mulai dari pedang, bedil, pistol, sampai meriam. Namun secara batiniah bangsa penjajah menaklukkan bangsa terjajah dengan menggunakan kebudayaan.


Maka budaya tulisan dianggap lebih unggul ketimbang budaya lisan, akibat memang bangsa penjajah relatif lebih banyak menggunakan budaya tulisan ketimbang lisan. Budaya lisan terkesan tertenggelamkan oleh budaya tulisan yang memang lebih memuliakan tulisan ketimbang lisan.

Bahkan kerap muncul pendapat bahwa budaya lisan menyebabkan bangsa terjajah tertinggal oleh bangsa penjajah yang memang relatif lebih mengunggulkan budaya tulisan ketimbang budaya lisan demi mengiferiorkan bangsa terjajah.

Sokrates dan Diogenes

Pada kenyataan ilmu filsafat yang dianggap sebagai puncak segala ilmu justru filosof paling terkemuka adalah seorang yang tidak pernah mewariskan tulisan tentang pemikirannya.

Bahkan filosof yang tidak pernah menulis itu sempat bersabda bahwa filsafat memang bukan untuk ditulis tetapi diperdebatkan secara lisan. Maka dapat disimpulkan bahwa budaya tulisan lebih tidak penting dibandingkan dengan budaya lisan.

Filosof yang mengutamakan budaya lisan itu adalah tidak kurang dari guru Plato yaitu Sokrates. Meski tidak pernah menulis namun ujar-ujar bijak Sokrates seperti misalnya “I am the wisest man alive, for I know one thing, and that is that I know nothing.” atau “Strong minds discuss ideas, average minds discuss events, weak minds discuss people.” atau “Education is the kindling of a flame, not the filling of a vessel” atau “The secret of happiness, you see, is not found in seeking more, but in developing the capacity to enjoy less” ditulis oleh Plato, Xenophon, Aristophanes, Aristoteles.

Masih ada lagi seorang tokoh pemikir Yunani  yang tidak pernah menulis yaitu Diogenes yang melahirkan aliran filsafat Kyniker.

Jesus

Bagi saya sebagai umat Nasrani, adalah wajar bahwa yang paling saya kagumi dan hormati sebagai tokoh budaya lisan adalah Jesus Kristus. Kekaguman saya bukan asal kagum secara dogmatis belaka, namun cukup memiliki alasan bersifat faktual.

Fakta data membuktikan bahwa segenap maha ajaran yang dianugerahkan Jesus Kristus kepada umat manusia semuanya disampaikan secara lisan tanpa ada yang berupa tulisan segores pun.

Maha ajaran Jesus Kristus dapat disimak dalam Kitab Perjanjian Baru pada Alkitab yang ditulis oleh bukan Jesus Kristus sendiri namun oleh para cantrik dan pewaris kearifan Jesus Kristus yaitu Yahya, Lukas, Matius, Markus, dan Paulus.

Konon Judas juga pernah menulis tentang Jesus Kristus namun masih sengit diperdebatkan oleh para ilmuwan theologi Nasrani maka belum resmi diizinkan dimuat ke dalam Kitab Injil.

Ayah dan ibu saya juga tidak pernah menulis wejangan kepada saya. Semua wejangan ayah dan ibu diberikan kepada saya secara lisan. Segenap data faktual itu membuktikan bahwa pada hakikatnya budaya lisan sama sekali tidak inferior terhadap budaya tulisan. Budaya lisan setara budaya tulisan.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya