Berita

Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou/Net

Dunia

Meng Wanzhow 'Putri Huawei' Akhirnya Pulang Ke China

SABTU, 25 SEPTEMBER 2021 | 13:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah lebih dari dua tahun ditahan di Kanada atas kasus penipuan bank yang membelitnya, Chief Financial Officer Huawei Meng Wanzhou akhirnya bisa menghirup udara bebas dan terbang pulang ke China pada Jumat (24/9) waktu setempat.

Kepulangannya kembali ke China datang setelah dirinya berhasil mencapai kesepakatan dengan jaksa AS untuk mengakhiri kasus penipuan bank terhadapnya, menghilangkan titik ketegangan antara China dan Amerika Serikat.

Drama ekstradisi selama bertahun-tahun telah menjadi sumber utama perselisihan dalam hubungan yang semakin sulit antara Beijing dan Washington, dengan pejabat China mengisyaratkan bahwa kasus tersebut perlu dihentikan untuk membantu mengakhiri kebuntuan diplomatik.


Secara eksklusif pada hari Jumat, Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan penuntutan yang ditangguhkan dengan Meng.

Nicole Boeckmann, penjabat pengacara AS di Brooklyn, mengatakan bahwa dalam menandatangani perjanjian, Meng telah mengambil tanggung jawab atas peran utamanya dalam melakukan skema untuk menipu lembaga keuangan global.

Perjanjian tersebut hanya berlaku untuk Meng, dan Departemen Kehakiman AS mengatakan sedang mempersiapkan persidangan terhadap Huawei dan berharap dapat membuktikan kasusnya di pengadilan.

Berbicara kepada para pendukung dan wartawan di tangga pengadilan sesudahnya, Meng berterima kasih kepada hakim atas ‘keadilannya’ dan berbicara tentang bagaimana kasus itu telah membalikkan kehidupannya.

Seseorang yang mengetahui masalah ini mengatakan Meng - putri pendiri Huawei Ren Zhengfei - telah meninggalkan Kanada dalam penerbangan ke Shenzhen.

Meng ditangkap di Bandara Internasional Vancouver atas surat perintah AS, dan didakwa atas tuduhan penipuan bank dan kawat karena diduga menyesatkan HSBC  pada tahun 2013 tentang transaksi bisnis raksasa peralatan telekomunikasi di Iran.

Sejak itu Meng dikurung di rumahnya yang mahal di Vancouver pada malam hari dan dipantau 24 jam seminggu oleh keamanan swasta yang dia bayar sebagai bagian dari perjanjian jaminannya. Disebut oleh media pemerintah China sebagai ‘Putri Huawei’, dia diharuskan memakai gelang kaki elektronik untuk memantau gerakannya.

Dalam beberapa jam setelah berita kesepakatan, dua warga Kanada - Michael Kovrig dan Michael Spavor - yang ditangkap tak lama setelah Meng ditahan pada Desember 2018 juga dibebaskan dari penjara China dan sedang dalam perjalanan kembali ke Kanada.

Beijing telah membantah bahwa penangkapan mereka terkait.

Spavor sang pegusaha dan Kovrig yang mantan diplomat, telah ditahan di China selama lebih dari 1.000 hari. Agustus lalu, pengadilan China menghukum Spavor 11 tahun penjara karena spionase.

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan kepada wartawan dalam sambutan singkat pada Jumat malam bahwa kedua pria itu telah meninggalkan wilayah udara China. Tidak jelas apakah Kanada dan China mencapai kesepakatan bilateral sebagai bagian dari pembebasan.

“Saya ingin berterima kasih kepada sekutu dan mitra kami di seluruh dunia dalam komunitas internasional yang telah berdiri teguh dalam solidaritas dengan Kanada dan dengan dua orang Kanada ini,” katanya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya