Berita

Siswa sedang mengantre makanan dengan tetap mengenakan masker/Net

Dunia

SD di Washington Cabut Aturan Wajib Pakai Masker Saat Mengunyah Setelah Diprotes Orangtua Murid

KAMIS, 23 SEPTEMBER 2021 | 11:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah sekolah dasar di negara bagian Washington akhirnya membatalkan kebijakan yang mengharuskan anak-anak tetap mengenakan masker wajah saat jam makan siang di sekolah.

Keputusan itu datang setelah beberapa orangtua murid mengeluhkan aturan aneh tersebut.

Anak-anak kembali masuk sekolah tatap muka di Geiger Montessori School di Tacoma, tepat di luar Seattle, pada musim gugur ini. Mereka disambut dengan protokol Covid-19 yang dirasa cukup merepotkan.


Dalam email kepada orangtua, sekolah menyarankan agar anak-anak ditempatkan di kafetaria berventilasi pada saat makan siang, dan dapat melepas masker mereka hanya saat menyuap makanan atau minum.

"Setelah memasukkan makanan ke dalam mulut mereka, anak-anak kemudian diminta untuk mengangkat masker mereka untuk mengunyah, menelan, atau berbicara,” lapor sebuah media lokal, seperti dikutip dari RT, Kamis (22/9).

Salah satu orangtua mengeluh dengan mengatakan bahwa aturan itu benar-benar merepotkan dan 'gila'. Sementara sekolah mengatakan bahwa aturan itu didasarkan pada pedoman dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington.

Pedoman CDC tidak menyebutkan penggunaan masker saat makan siang. Siswa harus tetap menggunakan masker ketika mengantri makan dan bisa melepasnya saat menikmati makan siang.

Kebijakan serupa telah diberlakukan di lingkungan pendidikan lain di seluruh negeri.  

Universitas Stanford misalnya, telah mengingatkan siswa yang divaksinasi penuh agar tetap memakai masker saat bermain basket. Mereka bisa melepasnya sesaat sesuai kebutuhan untuk mengatasi kesulitan bernapas.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya