Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kurang Pasokan, Penjualan Rumah di AS Turun Dua Persen

KAMIS, 23 SEPTEMBER 2021 | 11:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penjualan rumah di Amerika Serikat menurun untuk pertama kalinya dalam tiga bulan pada Agustus.
Menurut data industri yang dirilis Rabu (21/9), kurangnya pasokan menjadi penyebabnya.

Hal ini menjadikan harga rumah semakin tinggi yang mendorong pembeli menjauh dari pasar.

National Association of Realtors (NAR) melaporkan, ada penurunan tak terduga sebanyak dua persen dalam penjualan bulan lalu, sehingga menjadi 5,88 juta.

National Association of Realtors (NAR) melaporkan, ada penurunan tak terduga sebanyak dua persen dalam penjualan bulan lalu, sehingga menjadi 5,88 juta.

Empat wilayah utama AS mengalami penurunan penjualan, baik dalam perspektif bulan-ke-bulan dan tahun-ke-tahun. Penurunan di bulan Agustus terjadi setelah kenaikan selama dua bulan, dan itu terjadi ketika harga terus naik dan jumlah rumah yang tersedia berkurang.

"Ada penurunan penjualan rumah, sementara pembeli potensial muncul dan mereka terus mencari," kata Kepala Ekonom NAR Lawrence Yun.

Bahan bangunan yang mahal serta kekurangan lahan dan tenaga kerja telah mempersulit pembangun untuk meningkatkan produksi rumah, seperti dilaporkan Reuters.

Pasar perumahan berkembang pesat di awal pandemi Covid-19 di tengah eksodus dari kota-kota karena orang-orang bekerja dari rumah dan mengambil kelas online. Banyak permintaan untuk rumah yang lebih besar di pinggiran kota yang jauh dari kepadatan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya