Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Biasanya Jokowi Menunggu Hari Baik, Rabu Pon

SENIN, 20 SEPTEMBER 2021 | 10:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Perombakan kabinet Indonesia Maju seiring Partai Amanat Nasional (PAN) resmi bergabung dengan koalisi pemerintah masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, Presiden Joko Widodo belum melakukan atau mengumumkan rencana perombakan kabinet.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Jokowi masih wait and see untuk memasukkan partai yang diketuai oleh Zulkifli Hasan itu ke dalam kabinet. Salah satu yang menjadi faktor untuk dipertimbangkan mantan Walikota Solo tersebut adalah masalah waktu. 

"Biasanya Jokowi menunggu hari Rabu. Dan Rabunya, Rabu Pon dalam penanggalan Jawa. Itu soal kepercayaan Jokowi. Soal kepercayaan Jokowi terhadap hari baik," ujar Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin siang (20/9).


Adapun, terkait jatah PAN di Kabinet Indonesia Maju sendiri kemungkinan diberikan jatah satu slot kursi Menteri oleh Jokowi. PAN, kata Ujang Komarudin, diyajini akan menggeser kursi Menteri dari kalangan non parpol. 

PAN sendiri telah resmi akan memajukan kader terbaiknya jika diminta Presiden Jokowi untuk mengisi slot Kementerian di kabinet Indonesia Maju.

"Kalau dulu kan pernah Mendikbud, Mensesneg, Menhub, Menteri Kehutanan, dan Menpan-RB. Namun untuk saat ini belum tahu posisi PAN akan disimpan di mana. Soal posisi itu hak prerogatif Jokowi," demikian pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini. 

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya