Berita

Penghitungan suara pemilihan majelis rendah Duma Negara/Net

Dunia

Partai Rusia Bersatu Amankan 41,17 Persen Suara dalam Pemilihan Duma Negara, Putin Bakal Berkuasa Lagi?

SENIN, 20 SEPTEMBER 2021 | 06:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia telah menyelesaikan tahapan pemilihan umum yang telah berjalan selama tiga hari. Pada Minggu (19/9), penghitungan suara dimulai dengan lima partai politik telah menyelesaikan ambang batas lima persen yang diperlukan.

Data dari Komisi Pemilihan Umum Pusat mengatakan, jumlah pemilih mencapai 45,15 persen pada Minggu pukul 18:00 waktu Moskow. Itu belum termasuk suara dari pemilihan lewat online.

Partai Rusia Bersatu yang saat ini berkuasa, diperkirakan bakal menang pemilihan umum parlemen, dengan perolehan suara 41,2 persen suara.

Partai Komunis berada di urutan kedua dengan 23,9 persen suara, dan diikuti oleh Partai Demokrat Liberal Rusia (LDPR) dengan 9,07 persen suara, Rakyat Baru 7,32 persem, dan A Just Russia 6,97 persen, seperti dikutip dari TASS, Minggu (19/9).

Perolehan itu membuat peluang Vladimir Putin untuk berkuasa kembali sangat terbuka. Namun, setelah pemungutan suara nasional majelis rendah ini, akan ada pemilihan presiden 2024, dan Putin belum menyatakan kepastiannya apakah ia akan mencalonkan diri lagi.

Partai Rusia Bersatu memegang hampir tiga perempat dari 450 kursi Duma Negara. Dominasi tahun lalu itu membantu Kremlin meloloskan amandemen konstitusi yang memungkinkan Putin mencalonkan diri untuk dua periode lagi sebagai presiden setelah 2024, sehingga berpotensi tetap berkuasa hingga 2036.

Partai Rusia Bersatu juga mendominasi pemilihan legislatif regional di Timur Jauh dan Siberia.

Populer

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Moeldoko Mencoreng Muka Sendiri dengan Menyerang Mahfud MD

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:14

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

KPK Temukan Dokumen Catatan Aliran Uang Kasus Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit di Kuansing

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:37

Tak Bermanfaat Bagi Papua, Jokowi Diminta Tinjau Ulang Pembangunan Smelter di Gresik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:52

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Sindiran Mujahid 212: Wajar Jokowi Pilih ke Kalimantan, Frekuensi Mahasiswa yang Demo Belum Disetel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:49

UPDATE

Songsong Pemilu 2024, PKB Terus Rapatkan Barisan untuk Capreskan Cak Imin

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:32

PBNU: Pernyataan Menag Yaqut Tidak Pas dalam Membangun Spirit Kenegarawanan

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:02

MUI Ingatkan Umat Muslim Ikuti Anjuran Pemerintah Kendalikan Covid-19

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:01

Sekjen NU: Pernyataan Menag Yaqut Kurang Bijaksana, Kemenag Adalah Hadiah Negara untuk Semua Agama

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:44

Profesor Sudarnoto: Statement Ketum PBNU dan Menag Yaqut Berpotensi Melanggar Prinsip Demokrasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:18

Fuad Bawazier: Pinjol Lebih Tepat Disebut Pinjaman Jahat Orang Liar

Minggu, 24 Oktober 2021 | 18:13

Demokrat Ingatkan PDIP, Jangan Sibuk Klaim Prestasi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:43

Deklarasi RKS Pekanbaru, Emak-emak Siap Menangkan Sandiaga Uno di Pilpres 2024

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:26

Memecah Belah Umat, Yaqut Qolil Qoumas Wajib Tarik Pernyataan Kemenag Hadiah Negara untuk NU

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:08

Presiden Poknas Beberkan Strategi Milenial Hadapi Disrupsi

Minggu, 24 Oktober 2021 | 16:50

Selengkapnya