Berita

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno/Net

Bisnis

Bibit Gamers Indonsia Cukup Tinggi, Sandiaga Uno Dorong Pengembangan Game Lokal

MINGGU, 19 SEPTEMBER 2021 | 06:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendorong secara aktif pengembangan industri game lokal. Hal ini seiring dengan potensi pertumbuhan gamers di Indonesia yang cukup tinggi.

"Kita bisa mendorong secara aktif pengembangan dan mengampanyekan industri game dalam negeri, misalnya kami ikut sertakan mereka ke ajang Tokyo Game Show, kemudian juga mendorong mereka untuk memiliki kemampuan memasarkan, mempromosikan, dan mengampanyekan secara totalitas game-game mereka," ujar Sandiaga Uno dalam seminar daring Wealth Wisdom 2021, Sabtu (18/9).

Sandiaga Uno memandang bahwa, Indonesia memiliki pengguna Internet terbesar keempat di dunia, di mana sekitar 170 juta lebih warga terhubung ke internet dan ada 60 juta diantaranya aktif sebagai gamers.


"Saat ini gamification itu bisa juga dari sisi edukasi, pariwisata dengan memperkenalkan destinasi-destinasi melalui game, dan kami mendorong kapasitas dan kapabilitas para pengembang game ini, sumber daya manusianya agar terintegrasi juga nanti ke sektor pendidikan dan ini kami akan terus bangun ke depan," terangnya.

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ini menyebutkan, hadirnya layanan 5G di beberapa wilayah harusnya mampu membuat intervensi munculnya industri kreatif, khususnya video game karya anak bangsa, agar tidak didominasi produk luar negeri.

Selama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, digitalisasi ekonomi mengalami pertumbuhan  yang luar biasa di Tanah Air, dan menunjukkan pangsa pasar 40 persen di ASEAN. Sektor-sektor digital media justru meningkat di saat pandemi, sehingga kontribusi ekonomi kreatif Indonesia mampu masuk dalam jajaran terbesar ketiga dunia.

Setidaknya, posisi setelah Amerika Serikat dengan Hollywood, lalu Korea Selatan dengan K-Pop dan ekonomi kreatif Indonesia akan mampu berkontribusi sebesar Rp 1.100 triliun kepada PDB.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya