Berita

Menteri Penanganan Covid-19 Chris Hipkins/Net

Dunia

Kasus Covid Belum Terkendali, Selandia Baru Perpanjang Penangguhan Perjalanan dengan Australia

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 15:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pelancong yang berkunjung dari Australia ke Selandia Baru saat ini masih harus tetap melakukan karantina setelah kedatangan mereka di negara itu.

Hal itu terjadi setelah Pemerintah Selandia Baru kembali memperpanjang penangguhan perjalanan bebas karantina dengan Australia selama delapan minggu ke depan, merujuk pada situasi Covid-19 yang belum terkendali.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Urusan Covid-19 Chris Hipkins dalam sebuah pernyataan pada Jumat (17/9) waktu setempat.


“Penularan komunitas yang tidak terkendali di Australia dan peningkatan kasus di New South Wales, Victoria, dan ACT, yang lebih tinggi dari kasus di Auckland, menjadi alasan untuk memberlakukan keputusan tersebut,” kata Hipkins, seperti dikutip dari 9News.

Dia mengatakan keputusan telah diajukan untuk memungkinkan pelancong Australia memesan kamar karantina pada bulan Oktober dan November di bawah program MIQ (Managed Isolation and Quarantine) negara itu.

Keputusan tersebut akan ditinjau kembali pada pertengahan hingga akhir November.

Melindungi Selandia Baru dari kemungkinan penyebaran lebih lanjut dari varian Delta COVID-19 adalah prioritas mutlak pemerintahan negara itu menurut Hipkins.

Sejauh ini, otoritas telah membuat kemajuan besar untuk menahan wabah dan berjuang agar bisa melonggarkan pembatasan. Namun, untuk saat ini, membuka kembali perjalanan bebas karantina dengan Australia dapat menempatkan resiko yang lebih besar.

“Keputusan ini sangat penting agar orang-orang di Australia bisa mempertimbangkan lagi rencana untuk ke Selandia Baru dalam waktu dekat ini, atau apakah akan mencari penerbangan kembali dan memesan tempat di MIQ,” katanya.

“Salah satu alasan kami mendirikan QFT dengan Australia adalah karena negara kami memiliki banyak hubungan dekat, dan saya mengakui bahwa penangguhan lebih lanjut ini akan mengecewakan banyak orang,” ujarnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya