Berita

Alexander Franchetti (menghadap kamera, di latar depan spanduk) dan militan Rusia di Krimea pada tahun 2014/Net

Dunia

Moskow Minta Ceko Bebaskan Warga Negara Rusia yang Ditahan, Jangan Terprovokasi oleh Ukraina

JUMAT, 17 SEPTEMBER 2021 | 07:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Rusia terus melakukan upaya bagi pembebasan seorang warganya yang ditahan di Ceko. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Rusia, Moskow meminta Praha untuk tidak mempolitisasi kasus Alexander Franchetti dan segera membebaskannya.   

"Kami berharap Republik Ceko akan membebaskan warga negara Rusia sesegera mungkin dan memberikan jawaban atas pertanyaan kami tentang alasan penahanannya," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, pada briefing Kamis (16/9).

Kedutaan Rusia di Praha terus melakukan kontak dengan Franchetti dan pengacaranya, serta komunitas Rusia di Ceko.


Zakharova menekankan agar Ceko bersikap adil dalam mengambil keputusan dan tidak terseret dalam arus 'mempolitisasi' dan tidak terprovokasi pihak Ukraina. Hubungan Rusia dengan Ceko yang sudah tegang bisa semakin memanas jika Ceko menciptakan irisan baru hanya karena terprovokasi dengan pihak ketiga.

Jika penahanan Franchetti disebut tidak ada hubungannya dengan hubungan bilateral yang telah memanas, Zakharova mengatakan bahwa pernyataan itu jelas-jelas munafik.

"Pernyataan oleh beberapa pejabat Ceko bahwa perkembangan yang saat ini terjadi tidak ada hubungannya dengan hubungan bilateral kami, itu hanyalah kemunafikan," tegasnya.

Pengadilan Ceko menahan Franchetti dengan alasan agar ia tidak bisa meninggalkan negara itu.

Franchetti menjadi orang yang paling dicari oleh otoritas penyelidikan praperadilan Ukraina untuk dimintai pertanggungjawaban pidana karena berpartisipasi dalam unit bersenjata Bela Diri Krimea dan Angin Nord pada 2014.

Pengadilan Distrik Holosiivskyi di Kyiv, Ukraina, telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Franchetti.

Kepolisian Ceko kemudian mengkonfirmaski bahwa pihaknya berhasil menahan tersangka Franchetti di bandara internasional Praha pada 12 September.

Ukraina yang mendengar kabar itu segera meminta otoritas Ceko untuk tetap menahan Franchetti, sementara mereka sedang mengurus ekstradisinya.

"Penahanan itu merupakan hasil dari tindakan terkoordinasi dari lembaga penegak hukum Ukraina dan Ceko untuk membawa Aleksandr Franchetti ke pengadilan atas sejumlah kejahatan terhadap negara kami, termasuk partisipasi dalam pendudukan Rusia di Krimea," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya