Berita

Duta Besar China untuk Inggris, Zheng Zeguang/Net

Dunia

Pengamat Beijing: Inggris Ingin Rebut Kembali Kejayaannya sebagai Negara Adikuasa Sampai Harus Merendahkan China

KAMIS, 16 SEPTEMBER 2021 | 12:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dugaan bahwa Beijing akan sangat marah dengan keputusan Parlemen Inggris yang melarang duta besar China untuk menghadiri acara-acara, terbukti. Langkah Inggris itu dikecam Kementerian Luar Negeri China. Lewat juru bicaranya, Zhao Lijian, Beijing berjanji akan segera menggambil tanggapan yang diperlukan.

Analis memperkirakan tanggapan mungkin termasuk penghentian sementara atau penangguhan pertukaran tertentu antara kedua negara, seperti Dialog Ekonomi dan Keuangan China-Inggris, serta perlakuan timbal balik yang diperlukan untuk badan-badan diplomatik Inggris di China.

Ketua House of Commons dan House of Lords membuat keputusan untuk melarang Zheng Zeguang, duta besar China untuk Inggris, menghadiri resepsi musim panas All Party Parliamentary China Group, yang dijadwalkan pada Rabu malam (15/9).


Alasan yang diberikan adalah bahwa pihak China sebelumnya telah mengumumkan sanksi terhadap tujuh anggota parlemen Inggris.

Kedutaan Besar China di London sudah menanggapi, dengan mengatakan keputusan tersebut mencerminkan pola pikir sempit dan picik dari beberapa individu di Inggris. Mereka bahkan menyebut hal itu sebagai langkah pengecut.

Pengamat Institut Studi Eropa Akademi Ilmu Sosial China Zhao Junjie ikut mengomentari keputusan Inggris.

"Ini adalah langkah yang langka dan histeris dari Inggris, karena Beijing dan London menjalin hubungan. Ini juga mencerminkan sikap merendahkan Inggris terhadap China, yaitu 'Saya dapat menjatuhkan sanksi apa pun kepada Anda, tetapi Anda tidak dapat membalasnya," kata Junjie, seperti dikutip dari Global Times, Kamis (16/9).

Dia mengatakan bahwa untuk memberi pelajaran kepada Inggris, China sekarang harus mengambil tindakan yang diperlukan untuk melawan langkah tersebut.

"Langkah Parlemen Inggris telah sangat menghambat pertukaran normal antara pemerintah kedua negara. Kemungkinan tanggapan dari China adalah dengan menghentikan atau menangguhkan pertukaran timbal balik, seperti menghentikan sementara Dialog Ekonomi dan Keuangan China-Inggris," katanya.

Para ahli juga menyarankan beberapa pertukaran pemerintah tingkat tinggi antara kedua negara atau badan diplomatik Inggris di China juga dapat menjadi sasaran.

"Setelah perceraian yang panjang dan menyakitkan dari UE, keinginan yang membara dari Inggris untuk merebut kembali kejayaan sebelumnya sebagai negara adidaya dunia telah membutakan penilaiannya dalam hal urusan luar negeri," kata Wang Yiwei, direktur institut urusan internasional di Renmin University of China dalam Beijing.

"Inggris secara aktif memaksakan dirinya ke dalam banyak masalah regional atau internasional untuk mengingatkan orang akan pentingnya mereka, dan sanksi China telah memberinya kesempatan sebagai kesempatan menyelamatkan muka," kata Wang.

Wang mengatakan, Inggris sudah seharusnya melepaskan obsesinya untuk menghidupkan kembali kejayaannya yang lama dan menyesuaikan pola pikirnya dengan China yang sedang bangkit.

"Hubungan bilateral yang kacau dengan Beijing hanya akan menjadi pukulan bagi London," demikian Wang.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Jejak Bakti Jenderal Sigit di Pelosok Negeri Bukti Pujian Presiden bukan Pepesan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:27

Presiden Tiba di Kompleks Parlemen, Disambut Ketua DPD dan Ketua MPR

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:24

Sidang Tahunan 2026 Dipersingkat Mengejar Waktu Salat Jumat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21

Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati Absen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:19

LSAK: Maraknya OTT KPK Isyaratkan Darurat Reformasi Sistem Pilkada

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17

Pasar Karbon Berpotensi Tarik Investasi Hijau

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Saham Nokia Naik 3,31 Persen, Prospek Bisnis AI Jadi Perhatian

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08

Pengamanan Diperketat Jelang Sidang MPR-DPR, Rantis dan Helikopter Disiagakan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:02

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah untuk Hindari Konflik Kepentingan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:00

Selengkapnya