Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin menyaksikan kegiatan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia di panggung utama latihan strategis bersama Zapad di wilayah Luzhsky, pata tahun 2017/Net

Dunia

Pengamat Polandia: Latihan Militer Rusia-Belarusia Zapad 2021, Taktik Putin dan Lukashenko untuk Menggertak Barat

SELASA, 14 SEPTEMBER 2021 | 11:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia dan Belarusia nampaknya sedang mempersipakn taktik baru untuk menggertak Barat. Penilaian itu muncul karena latihan militer bersama 'Rusia-Belarusia Zapad 2021' yang dibuka pada Senin (13/9) dan akan berjalan selama enam hari, dilakukan di tengah situasi tegang di Baltik.

"Latihan militer bersama tahun ini antara Rusia-Belarusia di perbatasan timur adalah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menggertak Barat, dalam konteks baru dengan taktik baru," kata pakar keamanan Polandia Anna Maria Dyner seperti dikutip dari Balkan Insight.

Anna menyoroti area pelatihan yang dikonsentrasikan di Nizhny Novgorod, tidak jauh dari perbatasan Belarus Barat, yang juga dekat perbatasan Polandia. Hal ini bisa saja dianggap sebagai bentuk provokasi mengingat bagaimana hubungan yang sangat buruk antara Rusia-Belarusia dengan Polandia dan beberapa wilayah di baltik.  


Latihan, yang dilaporkan akan melibatkan hingga 200.000 tentara dan staf tambahan, dimaksudkan untuk menguji kemampuan Rusia untuk melakukan operasi militer di sisi baratnya, tetapi juga interoperabilitas angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia.

"Itu datang dalam konteks situasi yang sudah tegang di perbatasan Belarusia dengan Polandia dan Baltik, setelah berminggu-minggu di mana rezim Aleksandr Lukashenko telah mendorong migran, terutama dari Timur Tengah dan Afghanistan, ke UE, sebagian sebagai pembalasan atas sanksi yang dikenakan Brussels padanya untuk pemilihan presiden yang curang pada tahun 2020 dan tindakan keras berikutnya terhadap para demonstran," kata Anna.

Pemerintah Polandia pada pekan lalu telah memberlakukan keadaan darurat 30 hari di daerah sepanjang perbatasannya dengan Belarusia. Itu secara eksplisit menyebut latihan Zapad sebagai salah satu alasannya menerapkan keadaan darurat.

Seperti yang dikatakan Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, pada konferensi pers pekan pertama September yang menyinggung rencana latihan militer Zapad.

“Latihan militer dengan amplitudo seperti itu, yang melibatkan sejumlah besar tentara, dapat dikaitkan dengan berbagai provokasi,” kata Morawiecki.

Menurut Anna, yang juga adalah spesialis Federasi Rusia dan Belarusia dari Institut Urusan Internasional Polandia (PISM), latihan Zapad 2021 memang menjadi sorotan dan dianggap mejadi masalah yang penting, karena ukuran dan waktunya dalam konteks politik domestik Belarusia dan krisis migran.

Rusia-Belarusia Zapad 2021 adalah bagian dari serangkaian latihan militer yang diselenggarakan setiap tahun oleh Rusia untuk menguji kemampuannya dalam pertempuran di berbagai front.

"Ini juga merupakan tinjauan berkala tentang interoperabilitas tentara Rusia dan Belarusia, yang akhir-akhir ini telah berlangsung secara teratur," kata Anna.

Lukashenko sekarang lebih bergantung pada Moskow daripada sebelumnya. Telah terjalin integrasi militer antara kedua negara.
 
Belarus tengah mengalami masa-masa terisolasi gara-gara tindakan kerasnya pada saat menangani demo penolakan pilpres pada tahun lalu. Masa-masa terisolasi itu dimanfaatkan oleh Rusia untuk melakukan integrasi dengan Belarusia yang pada masa dulu pernah ditolak Lukashenko.

“Rusia sekarang menjadi penjamin politik dan keuangan utama rezim Lukashenko dan mencoba menggunakan situasi ini untuk keuntungannya,” kata Anna.

“Empat tahun lalu, Belarusia lebih ingin bekerja sama dengan NATO – mereka bahkan memberikan presentasi tentang latihan Zapad di markas NATO di Brussels,” kenang Anna. Menambahkan bahwa kini nyang terjadi sebaliknya, Lukashenko 'memusuhi NATO' yang berupaya menjatuhkan sanksi kepada Belarusia.

"Semuanya berubah. Latihan Zapad 2021 terselenggara dengan 'pesan' bahwa Rusia-Belarusia siap menggertak ancaman NATO.

“Kita sekarang harus melihat tentara Belarusia – mungkin tidak sepenuhnya menjadi bagian dari tentara Rusia – sebagai sangat terintegrasi dengan Angkatan Bersenjata Rusia. Jika ada konfrontasi antara Rusia dan negara-negara NATO, tidak mungkin kita bisa menganggap netralitas Belarusia lagi,” kata Anna.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya