Berita

Perbatasan antara Uzbekistan dan Afghanistan/Net

Dunia

Uzbekistan 'Usir' Warga Afghanistan Termasuk Anak Buah Marsekal Abdul Rashid Dostum karena Menyusup ke Wilayahnya

SELASA, 14 SEPTEMBER 2021 | 06:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Uzbekistan telah mengevakuasi warga Afghanistan termasuk para tentara yang menyusup masuk ke wilayah negara itu. Kementerian Luar negeri Uzbekistan melalui juru bicaranya, Yusup Kabulzhanov, mengatakan, proses evakuasi telah berlangsung pada 12 dan 13 September.

Tidak disebutkan secara rinci berapa jumlah tentara dan berapa jumlah warga sipil, tetapi Yusup menegaskan sekelompok warga Afghanistan melintasi perbatasan secara ilegal.

"Di tengah kekacauan Afghanistan, sekelompok orang, terdiri dari mantan personel militer dan warga sipil,  melintasi perbatasan negara bagian Uzbekistan secara ilegal pada pertengahan Agustus lalu. Mereka telah ditahan dan dilakukan evakuasi ke negara lain," kata Yusup seeprti dikutip dari TASS.


Kelompok itu melintasi perbatasan dengan pesawat dan helikopter.

"Mereka diangkut dengan 22 pesawat dan 24 helikopter milik pasukan pemerintah Afghanistan. Diperkirakan totalnya lebih dari 500 warga," kata Yusup.

Pesawat MiG-29 Uzbekistan segera melakukan patroli dan nyaris bertabrakan dengan Embraer 314 milik Afghanistan itu. Pasukan Uzabekistan kemudian menggiring pesawat penyusup ke wilayah Uzbekistan  untuk segera diinterogasi.
Pesawat-pesawat itu kemudian diarahkan agar mendarat di bandara di Termez, yang terletak 11-13 km dari perbatasan Uzbekistan-Afghanistan.

Setelah identifikasi dan prosedur wajib lainnya, warga Afghanistan ditempatkan di area karantina Covid-19.

Menurut sebuah sumber di Termez, semua prajurit yang melarikan diri ke Uzbekistan adalah perwira unit yang dipimpin oleh satu-satunya Marsekal Afghanistan Abdul Rashid Dostum.

Abdul Rashid Dostum adalah pemimpin perang yang kuat di Afganistan dan ketika Taliban berkuasa ia menjadi orang yang paling dicari oleh kelompok itu.

Uzbekistan saat ini belum bisa menerima imigran.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya