Berita

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Arjuna Putra Aldino/Net

Politik

Peternak Protes Depan Jokowi, GMNI Pertanyakan Klaim Mentan

KAMIS, 09 SEPTEMBER 2021 | 11:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Viral video ditangkapnya seorang pria yang membentangkan poster saat mobil Presiden Joko Widodo beranjak meninggalkan lokasi vaksinasi di area PIPP Kota Blitar, Jawa Timur.

Berdasarkan foto dan video yang beredar, pria tersebut membentangkan poster dengan tulisan "Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar."

Usai kejadian, justru pria yang membentangkan poster itu digelandang oleh polisi.


Menanggapi tindakan polisi itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Arjuna Putra Aldino mempertanyakan klaim Kementerian Pertanian.

Kementan kata Arjuna, melalui Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Sekretariat Jenderal Kementan menyatakan bahwa proyeksi neraca jagung hingga 2021 mencatat surplus.

“Disebutkan prediksi Kementan produksi jagung akan terus meningkat menjadi 32,65 juta ton pada 2021. Tapi faktanya peternak menjerit karena harga pakannya yang berbahan baku jagung kian meroket. Stok melimpah seharusnya harga terjangkau," tutur Arjuna

Harga jagung terus naik selama lima bulan terakhir hingga menyentuh sekitar Rp 6.200 per kg pada Mei 2021, diatas harga yang dipatok Permendag.

Melambungnya harga jagung, turut menyebabkan harga pakan terkerek naik dari Rp 6.974 per kg pada awal tahun menjadi Rp 7.379 per Mei 2021.

Arjuna menyayangkan kegagalan Kementan menciptakan manajemen stok jagung pemerintah. Sehingga hanya secara data sering kali disebut melimpah, namun realisasinya tidak mencukupi.

Menurut Arjuna, manajemen stok jagung sangatlah penting untuk menjamin ketersediaan jagung nasional.

Dengan demikian, ketersediaan jagung tidak bergantung musim dan tidak sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar yang membuat harga jagung dalam negeri sepenuhnya bergantung pada harga jagung dunia dan nilai tukar mata uang.

“Masalah klasik jagung seharusnya bisa diselesaikan dengan penciptaan manajemen stok, pengelolaan cadangan pasca panen. Sehingga ketersediaan jagung tidak bergantung musim dan tidak diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar bebas. Perlu ada tangan pemerintah untuk menciptakan keseimbangan permintaan dan pasokan”, tambah Arjuna

Selain itu, Arjuna juga meminta Kementan untuk mengevaluasi rantai pasok atau alur tata niaga jagung. Pasalnya, harga jagung ditingkat konsumen tidak merefleksikan harga jagung ditingkat petani.

Hal ini disebabkan rantai pasok jagung yang sangat panjang dan tidak efisien. Di setiap tahapan mata rantai pasok jagung terdapat tengkulak dan pedagang besar yang mengambil keuntungan yang relatif besar sehingga harga jagung ditingkat konsumen ikut malambung tinggi.

Untuk itu, GMNI meminta Kementan bekerja memperpendek rantai pasok jagung agar lebih efisien. Dengan demikian, munculnya kartel yang mengendalikan pasar dan menghambat transmisi harga bisa dihindari.

Arjuna juga mengkritik peran Kementan yang hanya sebatas fokus pada dukungan sarana fisik, pengawasan dan penciptaan rantai pasok yang efisien tidak diperhatikan.

“Kementan harus turun tangan benahi tata niaga jagung. Karena distribusi logistik jagung salah satu faktor pembentuk harga. Jangan sampai lebih memilih impor, solusi instan untuk stabilitas daripada memperbaiki rantai pasok jagung. Kita tunggu political will dari Menteri Pertanian," tutup Arjuna.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya