Berita

Gedung MPR/DPR RI di Senayan, Jakarta/Net

Politik

Vaksinasi Ideologi MPR Dianggap Terobosan Cerdas Menangkal Kebangkitan Radikalisme

SELASA, 07 SEPTEMBER 2021 | 20:54 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Vaksinasi sosialisasi empat pilar MPR atau "vaksinasi ideologi" yang belakangan ini dipopulerkan Ketua MPR Bambang Soesatyo dianggap sebagai konsep yang baik guna menangkal kebangkitan radikalisme.

“Konsep tersebut merupakan terobosan berpikir yang cerdas dalam merespons kebangkitan radikalisme di Indonesia,” kata pengamat politik Boni Hargens kepada wartawan, Selasa (7/9).

Baginya, vaksinasi ideologi tersebut perlu dilakukan menyasar kaum milenial. Sebab milenial saat ini dianggap menjadi objek yang rentan menjadi korban proyek disinformasi, desepsi, dan propaganda melalui media sosial hingga dakwah-dakwah dunia nyata.


Ia mengurai, pada dasarnya temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada penurunan potensi radikalisme dari 38,4 persen ke 14 pesen pada tahun 2019. Namun penurunan tersebut berbanding terbalik dengan militansi kelompok itu.

“Merawat ke-Indonesiaan berdasarkan Pancasila perlu kebijakan dan gerakan strategis dari negara yang melibatkan masyarakat. Sebab radikalisme terus meningkat dalam aspek militansi," sambungnya.

Dalam webinar kebangsaan Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) dan Forum Intelektual Muda bertajuk ‘Vaksinasi Ideologi: Kiat Menangkal Radikalisme pasca kemenangan Taliban di Afghanistan’, Senin (6/9), Bamsoet menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat atas radikalisme di dalam negeri.

Oleh karenanya, MPR RI kini gencar melaksanakan vaksinasi ideologi berupa sosialisasi empat pilar ke berbagai kalangan masyarakat guna memperkuat imun ideologi anak bangsa.

"Vaksinasi ideologi ini penting guna memperkuat imun ideologi setiap anak bangsa dalam menghadapi berbagai gempuran ideologi yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa Indonesia," tekan Bamsoet.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya