Berita

Enam pesawat komersial terlihat di dekat terminal utama bandara Mazar-i-Sharif, di Afghanistan utara, 3 September 2021/Net

Dunia

Senator Republik: Enam Pesawat AS Pengangkut Pengungsi di Bandara Mazar-i-Sharif Tidak Bisa Berangkat, Taliban Telah Memblokirnya

SENIN, 06 SEPTEMBER 2021 | 09:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok Taliban dilaporkan memblokir enam pesawat yang memuat orang Amerika dan sekutu Afghanistan. Pesawat itu tidak bisa eninggalkan bandara Mazar-i-Sharif selama berhari-hari.

Laporan tersebut diungkapkan pertama kali oleh pejabat tinggi Partai Republik di Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, Michael McCaul dslam sebuah wawancara bersama Fox News, Minggu (5/9).

“Kami memiliki enam pesawat di bandara Mazar-i-Sharif. Enam pesawat yang berisi warga negara Amerika saat saya dikonfirmasi, juga dengan penerjemah ini, dan Taliban menyandera mereka untuk sebuah tuntutan," kata McCaul.


Dia menambahkan bahwa sejak pasukan militer AS menyelesaikan proses penarikan dari Afghanistan sesuai dengan batas yang ditetapkan, tidak ada orang Amerika yang bisa keluar dari negara itu.

McCaul mengatakan dia khawatir bahwa Taliban akan melakukan tuntukan yang semakin banyak, apakah itu berupa uang tunai atau legitimasi sebagai pemerintah Afghanistan sebagai imbalan agar warga bisa meninggalkan negara itu dengan aman.

Taliban sebelumnya berjanji untuk membiarkan semua orang dengan dokumen yang tepat untuk pergi dengan bebas, baik ketika operasi di bandara Kabul dipulihkan atau melalui rute darat.

"Mereka tidak mengizinkan pesawat untuk berangkat," kata McCaul kepada pembawa acara Fox, Chris Wallace.

“Mereka sudah duduk di bandara selama beberapa hari terakhir di dalam pesawat-pesawat ini, dan mereka tidak diizinkan pergi. Kami tahu alasannya karena Taliban menginginkan sesuatu sebagai gantinya," kata dia.

CBS News telah melaporkan situasi yang dijelaskan oleh McCaul secara terpisah, mengutip email dari Departemen Luar Negeri AS kepada anggota Kongres.

Ascend, sebuah kelompok nirlaba yang memberikan pelatihan kepemimpinan kepada wanita muda di Afghanistan, mengatakan kepada CBS bahwa mereka memiliki dua pesawat di Mazar-i-Sharif yang telah ditahan oleh Taliban selama enam hari. Pesawat-pesawat itu siap mengevakuasi 600-1.200 orang, termasuk 19 warga AS dan dua penduduk tetap.

Tuduhan Partai Republik tentang krisis penyanderaan di Afghanistan utara akan menandai kegagalan lain bagi pemerintahan Biden dalam penarikan kacau yang menyebabkan ratusan orang tewas dan peralatan militer AS senilai miliaran dolar di tangan Taliban.

Sebelumnya Presiden Joe Biden mengatakan kepada ABC News pada 18 Agustus lalu, bahwa jika orang Amerika tetap berada di Afghanistan melampaui batas waktu penarikan 31 Agustus, AS akan tetap tinggal untuk mengeluarkan mereka semua.

Namun pada kenyataannya tu tidak terjadi, AS tetap menyelesaikan misi sesuai tenggat waktu, dam selanjutnya muncul laporan-laporan yang mengatakan banyak warga AS dan sekutunya tertinggal di Afghanistan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya