Berita

Kesehatan

Varian Mu Menjadi Perhatian WHO, Seberapa Besar Ancamannya?

SABTU, 04 SEPTEMBER 2021 | 08:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Satu varian lagi muncul di tengah kekhawatiran orang terhadap ganasnya virus corona varian Delta. Varian baru ini semakin menguatkan penelitian para ahli sebelumnya bahwa virus akan terus bermutasi sampai waktu yang tidak diketahui.

Varian baru itu adalah varian Mu, menjadi yang kelima yang sedang dipantau WHO dan masuk dalam daftar Variant of Interest (VOI) pada awal pekan lalu. Mu, atau B.1.621 dinilai cukup serius karena kasus terus muncul di berbagai belahan dunia.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021, di mana kasusnya terus meningkat. Sejak itu telah diidentifikasi di lebih dari 39 negara, menurut WHO, di antaranya Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Ekuador, Kanada, dan sebagian Eropa, seperti dilaporkan Washington Post, Jumat (3/90.


Bahkan di Amerika Serikat, sekitar 2.000 kasus Mu telah diidentifikasi. Sebagian besar kasus telah dicatat di California, Florida, Texas dan New York.

Para ilmuwan sedang menyelidiki apakah varian Mu lebih menular atau apakah itu menyebabkan penyakit yang lebih serius.

WHO dalam buletinnya menyampaikan bahwa dibandingkan varian Delta, varian Mu tidak terlalu menonjol. Saat ini kasus terbanyak ada di Amerika Serikat.

"Epidemiologi varian Mu di Amerika Selatan, terutama dengan peredaran bersama varian Delta, akan dipantau untuk perubahannya," terang WHO.

Meski demikian, varian Mu belum menjadi ancaman. Pakar penyakit menular terkemuka Anthony S. Fauci mengatakan pada konferensi pers pada Kamis bahwa pemerintah AS akan terus memantau dengan sangat cermat tentang varian ini, dan menegaskan bahwa varian Delta tetap menjadi penyebab lebih dari 99 persen kasus di negara itu.

Data laboratorium telah menunjukkan bahwa varian Mu dapat menghindari antibodi tertentu, menurut Fauci.
Data awal menunjukkan itu bisa menghindari pertahanan kekebalan manusia dengan cara yang mirip dengan varian Beta, yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan.

Namun penyelidikan lebih lanjut perlu dilakukan, kata WHO.

Paúl Cárdenas, seorang profesor penyakit menular dan genomik di Universidad San Francisco de Quito di Ekuador, telah mempelajari varian Mu dan mengatakan bahwa bukti saat ini menunjukkan varian Mu bisa lebih menular daripada jenis virus corona lain seperti Gamma dan Alfa di sebagian besar Ekuador dan Kolombia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya