Berita

Suasana di Kota Kabul, Afghanistan pada 18 Agustus 2021, di depan masjid terkenal Shah-Do-Shamshira /Net

Dunia

Janji Terbaru Taliban untuk Beijing: Tak Akan Biarkan Pasukan Manapun Ganggu China di Afghanistan

JUMAT, 03 SEPTEMBER 2021 | 12:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Segala kepentingan China di Afghanistan sudah mendapat jaminan keamanan dari Taliban, bahkan sejak awal kelompok itu mengambil kendali pemerintahan Agustus lalu.

Kini, janji itu kembali ditegaskan saat Wakil Kepala Kantor Politik Taliban Abdul Salam Hanafi melakukan diskusi telepon bersama Asisten Menteri Luar Negeri China Wu Jianghao, pada Kamis (2/9).

"Taliban tidak akan pernah mengizinkan pasukan mana pun menggunakan wilayah Afghanistan untuk mengancam kepentingan China, dan akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan perwakilan dan personel China di Afghanistan," kata Hanafi, seperti dikutip dari Global Times, Jumat (3/9).


Menanggapi itu, Wu mengatakan situasi di Afghanistan saat ini telah menyaksikan perubahan mendasar, dan masa depan serta nasib mereka sekali lagi berada di tangan rakyatnya sendiri.

"China selalu menghormati kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas wilayah Afghanistan dan telah menerapkan kebijakan bersahabat terhadap rakyat Afghanistan," kata Wu.

Kepada Hanafi, Wu menyampaikan harapan agar supaya Afghanistan bisa mencapai perdamaian dan stabilitas dan membangun kembali tanah air mereka sesegera mungkin.

Dalam percakapan itu, keduanya juga membahas soal kerja sama Belt and Road Inititiative yang digagas China.

"China mengusulkan kerja sama Belt and Road Initiative yang kondusif untuk pengembangan dan kemakmuran Afghanistan dan lintas kawasan, dan Afghanistan terlihat untuk lebih sungguh-sungguh mendukung dan berpartisipasi dalam kerja sama," kata Hanafi, seraya mencatat bahwa China adalah teman terpercaya Afghanistan, dan Taliban bersedia untuk lebih terlibat dalam mengembangkan hubungan persahabatan dengan Beijing.

Setelah panggilan telepon, juru bicara Taliban Suhail Shaheen mentweet bahwa kedua belah pihak membahas situasi Afghanistan yang sedang berlangsung dan hubungan di masa depan.

Sementara Wu mengatakan bahwa China akan mempertahankan kedutaan mereka di Kabul, dan menegaskan lagi hubungan China-Afghanistan akan meningkat dibandingkan dengan masa lalu.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya