Berita

Pengusaha asal Kanada Michael Spavor, yang dituduh sebagai mata-mata/Net

Dunia

Terungkap, Michael Spavor Dituding Sebagai Mata-mata Kanada oleh China Karena Hasil Jepretan Kameranya

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 14:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Alasan diebloskannya pengusaha asal Kanada Michael Spavor ke penjara, yang didakwa karena spionase pada Agustus lalu, akhirnya terungkap.

Mengutip sebuah sumber, surat kabar Global Times mengungkapkan bahwa selama tinggal di China, Spavor mengambil foto dan video peralatan militer China pada beberapa kesempatan dan secara ilegal memberikan beberapa foto tersebut kepada orang-orang di luar China.

“Foto dan video telah diidentifikasi sebagai rahasia negara lapis kedua. Spavor adalah informan kunci dari terdakwa Kanada lainnya, Michael Kovrig, dan memberinya informasi sepanjang waktu yang lama,” kata sumber itu.


China menangkap Kovrig dan Spavor pada Desember 2018, tak lama setelah polisi Kanada menahan Meng Wanzhou, kepala keuangan raksasa teknologi China Huawei atas permintaan dari AS, menuduhnya melakukan penipuan terkait sanksi.

China, yang menolak tuduhan bahwa kasus kedua warga Kanada itu terkait dengan kasus Meng, telah merilis beberapa rincian tentang kedua kasus tersebut.

Pengadilan menghukum Spavor 11 tahun penjara karena spionase bulan lalu, menuai kecaman dari Amerika Serikat dan Kanada, yang menuduh China terlibat dalam diplomasi sandera.

Sementara siding kasus Kovrig berakhir pada bulan Maret dengan putusan akan diumumkan pada tanggal yang tidak ditentukan.

Di Kanada, hakim akan memutuskan kasus Meng pada 21 Oktober mendatang.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya