Berita

Menlu Wang Yi, bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman pada Juli 2021/Net

Dunia

Wang Yi: Kendali Hubungan China-AS Ada di Tangan Washington Berdasarkan Three Bottom Lines

KAMIS, 02 SEPTEMBER 2021 | 10:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jika bicara soal hubungan China-AS, sebenarnya yang memegang bola atau kendali adalah Washington. Itu yang tersirat dari pernyataan penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, saat melakukan panggilan video dengan John Kerry, utusan khusus presiden AS untuk iklim pada Selasa (31/8) waktu setempat.

Kepada Kerry, Wang juga menunjukkan bahwa AS telah membuat kesalahan penilaian strategis yang besar tentang China.

"AS harus berhenti melihat China sebagai ancaman dan saingan dan harus bereaksi positif terhadap three bottom lines dan dua daftar mengenai sanksi AS terhadap China," kata Wang, seperti dikutip dari CGTN, Rabu (1/9).


Three bottom lines atau tiga garis dasar yang dimaksud Wang adalah sebuah pernyataan sikap yang ia sampaikan saat dirinya bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman Juli lalu.

Pertama, AS tidak boleh menantang, memfitnah, atau bahkan mencoba untuk menumbangkan jalan dan sistem sosialisme dengan karakteristik Tiongkok.

Kedua, AS tidak boleh berusaha menghalangi atau mengganggu proses pembangunan China.

Ketiga, AS tidak boleh melanggar kedaulatan negara China atau merusak integritas teritorial China.

Wang juga mencatat bahwa kerja sama perubahan iklim antara China dan AS tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak, tetapi juga orang-orang di seluruh dunia. Namun, katanya, tidak mungkin berbicara hanya tentang kerja sama tanpa latar belakang hubungan China-AS.

"Kedua negara harus berjalan menuju satu sama lain dan mendorong hubungan kembali normal," ujarnya.

Kerry mencatat kerja sama China-AS dalam masalah iklim sangat penting dan mengatakan Washington bersedia memperkuat dialog dengan Beijing dan menciptakan peluang untuk memecahkan masalah dalam hubungan antara kedua negara.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya