Berita

Duta Besar Pakistan untuk China Moin ul Haque/Net

Dunia

Moin ul Haque: Tidak Ada Negara yang Lebih Menginginkan Perdamaian di Afghanistan kecuali Pakistan dan China

RABU, 01 SEPTEMBER 2021 | 06:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah langkah telah disiapkan oleh pemerintah Pakistan untuk mencegah limpahan teroris yang mungkin saja datang dari Afghanistan sejak negara itu dikuasai kembali oleh kelompok Taliban pada 15 Agustus lalu.

Duta Besar Pakistan untuk China, Moin ul Haque, mengatakan bahwa langkah-langkah itu adalah termasuk memagari perbatasan sepanjang 2.600 kilometer dengan Afghanistan dan meningkatkan jumlah pos pemeriksaan di sepanjang perbatasan.

“Kami telah menyelesaikan 90 persen pagar dan melanjutkan patroli di sepanjang perbatasan. Pasukan keamanan kami tetap waspada dan telah melakukan berbagai operasi berbasis intelijen terhadap unsur-unsur teroris ini,” kata Haque, dalam sebuah wawancara bersama media China  Global Times, Selasa (31/8).


Duta Besar juga mengungkapkan kekhawatiran tentang kemungkinan masuknya teroris yang menyamar jadi pengungsi. Dia mencatat bahwa sangat sulit untuk membedakan teroris yang bersembunyi di antara warga sipil jika terjadi pergerakan besar orang melintasi perbatasan.

“Pakistan tetap menyadari ancaman yang ditimbulkan oleh organisasi teroris, termasuk TTP, Daesh, ETIM, dan lainnya yang beroperasi dari Afghanistan,” kata Haque.

Dalam wawancara tersebut dia juga mencatat bahwa Pakistan dan China adalah dua negara yang sangat berharap Afghanistan menjadi negara yang damai.

“Tidak ada negara yang lebih menginginkan perdamaian di Afghanistan daripada Pakistan. Demikian pula, sebagai tetangga terbesar Afghanistan, China juga menginginkan Afghanistan yang damai dan stabil,” katanya.

Pakistan dan China sama-sama ingin melihat penyelesaian politik awal dan pembentukan pemerintah yang inklusif, berbasis luas, dan partisipatif di Afghanistan. Dua negara itu akan terus mendukung semua upaya ke arah itu, menurut Haque.

“Ada kebutuhan untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak rakyat Afghanistan, khususnya perempuan dan anak perempuan, minoritas, dan kelompok rentan. Pakistan dan China telah menyerukan kepada Taliban untuk menghormati hak-hak semua orang Afghanistan. Kami berharap tidak ada negara dirugikan oleh organisasi dan kelompok teroris yang beroperasi di Afghanistan,” katanya.

“Sangat penting untuk memastikan bahwa situasi kemanusiaan tidak muncul. Rakyat Afghanistan membutuhkan dukungan dari masyarakat internasional termasuk pasokan makanan, obat-obatan dan vaksin Covid,” kata diplomat itu.

Menyinggung situasi terkini antara Afghanistan dan Pakistan, dubes Haque mengatakan Kedutaannya di Kabul masih berjakan normal. Namun demikian, kata dubes, situasinya kini kompleks dengan banyak tantangan.

“Serangan teror di dekat bandara menunjukkan kesulitan mempertahankan kehadiran diplomatik dan konsuler di lapangan,” katanya.

“Kami berharap Taliban dapat menjaga hukum dan ketertiban dan mencegah kelompok teroris melakukan serangan lebih lanjut,” ujarnya.

Ditanya tentang rencana kerja sama konkret untuk memerangi terorisme antara China dan Pakistan, Haque mengatakan kedua negara memiliki kerja sama pertahanan dan kontra-terorisme yang kuat.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya