Berita

Presiden Joko Widodo saat mengumpulkan petinggi parpol koalisi di Istana Negara/Net

Politik

Paksakan Amandemen UUD45, Ujang Komaruddin: Memicu Mahasiswa dan Rakyat Bergerak, Bisa Chaos

SELASA, 31 AGUSTUS 2021 | 15:00 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rencana pembahasan amandemen Undang Undang Dasar 1945 oleh pemerintah akan memicu amarah rakyat. Terlebih, yang dibahas terkait masa jabatan Presiden dimana hal ini akan memicu mahasiswa bergerak untuk menolak sehingga dikhawatirkan terjadi chaos.

Begitu yang dikatakan pengamat politik Ujang Komaruddin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL soal bocoran Ketum PAN Zulkifli Hasan yang membenarkan adanya pembahasan amandemen UUD45 saat Presiden Jokowi mengumpulkan petinggi parpol koalisi di Istana Negara belum lama ini.

"Jika nanti amandemen benar dilakukan dan itu ada penyelundupan pasal masa jabatan presiden, ini bisa memicu mahasiswa dan rakyat bergerak untuk menolak. Jika dipaksakan, saya khawatir chaos. Ini tentu kita tidak inginkan,” kata Ujang, Selasa (31/8).

Oleh karena itu, Direktur eksekutif Indonesia Political Review ini meminta agar para elit partai politik tidak memancing emosi rakyat terutama mahasiswa dengan membuka pembahasan adanya amandemen UUD 45 di tengah hantaman badai pandemi Covid-19 yang saat ini belum tertangani dengan baik.

"Elite jangan memancing-mancing  rakyat dengan isu amandemen. Karena rakyat tak butuh perpanjangan masa jabatan presiden, rakyat tak perlu amandemen. Yang diperlukan rakyat itu makan, pekerjaan, dan kesehatan,” pungkasnya.

Populer

Otto Hasibuan: Pertamina Menang Gugatan Rp 1,5 T dan 23 Juta Dolar AS Kasus Tumpahan Minyak Teluk Balikpapan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:57

Geruduk DPRD Jabar, Emak-emak Bentangkan Spanduk “Kaesang-Gibran Gate Harus Tuntas, Jika Tidak Jokowi Mundur”

Senin, 24 Januari 2022 | 13:31

Ketua Umum HMI: Pelaporan Balik Terhadap Ubedilah Badrun Adalah Tindakan Salah Kaprah dan Bodoh

Minggu, 16 Januari 2022 | 07:17

Rizal Ramli: Pakde Jokowi, Tolong Jelaskan Siapa Akan Tinggal di Ibu Kota Negara Baru?

Senin, 17 Januari 2022 | 22:04

Soal Deklarasi Prabowo-Jokowi, Pengamat: Jika Maju Cawapres, Makin Kuat Jokowi Beda Kelas dengan SBY

Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:54

Pesan untuk Ubedilah Badrun, Adhie Massardi: Bersiaplah Hadapi Segala Hal yang Tidak Masuk Akal Sekalipun

Minggu, 16 Januari 2022 | 06:55

Dosen UAI: Pelaporan Ubedilah Badrun Sepertinya untuk Menekan agar Cabut Laporan

Senin, 17 Januari 2022 | 08:27

UPDATE

bjb DigiCash VRace Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Aktif dan Sehat

Selasa, 25 Januari 2022 | 07:32

Pimpinan MPR: Wacana Presiden 3 Periode Sudah Tidak Bisa Dilanjutkan

Selasa, 25 Januari 2022 | 07:27

Tak Terima Xi Jinping Dituding Ikut Campur Konflik Rusia-Ukraina, China: Trik untuk Mencoreng Hubungan Beijing-Moskow

Selasa, 25 Januari 2022 | 07:27

Ketegangan Ukraina-Rusia Meluas Hingga ke Olahraga, Kiev Larang Atletnya Berpose bersama Atlet Rusia di Olimpiade Beijing 2022

Selasa, 25 Januari 2022 | 07:08

Kremlin: Ketegangan di Perbatasan Ukraina Diciptakan Sendiri oleh Barat lewat Propaganda Palsu

Selasa, 25 Januari 2022 | 06:59

Pidato dengan Mata Berkaca-kaca, Mantan PM Lebanon Saad Hariri Umumkan Boikot Pemilu dan Mundur dari Dunia Politik

Selasa, 25 Januari 2022 | 06:50

Peneliti Valdai: Elit Barat Sebenarnya Tahu Bahwa Rusia Tidak akan Menyerang Ukraina

Selasa, 25 Januari 2022 | 06:19

Tidak Main-main, NATO Kirim Lebih Banyak Dana dan Jet Tempur untuk Bantu Ukraina Hadapi Rusia

Selasa, 25 Januari 2022 | 06:01

Sudah Tepat Pemilu Bulan Februari, Adi PRayitno: Kalau Digelar April, Akan Untungkan Parpol Besar

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:48

Komentar Tuhan

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:13

Selengkapnya