Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Net

Publika

Interpelasi Anies, Tembakan Peluru Kosong PDIP-PSI

Oleh: Tarmidzi Yusuf*
MINGGU, 29 AGUSTUS 2021 | 19:16 WIB

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta pernah akan mengajukan hak interpelasi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tahun 2019.

Ketika itu, anggota DPRD terutama dari Fraksi PDIP, PSI dan Nasdem berencana mengajukan hak interpelasi soal penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pulau reklamasi.

Namun ambisi tersebut layu sebelum berkembang. Tidak mendapat dukungan setengah plus satu dari jumlah anggota DPRD DKI Jakarta sebagai syarat pengajuan interpelasi.


Kamis (26/8), sebanyakb33 anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP dan Fraksi PSI mengajukan usulan hak interpelasi terkait penyelenggaran Formula E.

Katanya, potensi kerugian Rp 106 miliar. Dasarnya, laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ngeri-ngeri sedap.

Pengusung hak interpelasi berjumlah 33 atau 31%. Jumlah anggota DPRD DKI Jakarta sebanyak 106 orang. Butuh 21 anggota lagi agar bisa dibawa ke rapat paripurna.

Syarat untuk terwujudnya interpelasi, rapat paripurna harus dihadiri oleh 50 persen plus 1 dari seluruh anggota DPRD DKI Jakarta.

Artinya, harus ada 54 anggota Dewan yang hadir dalam rapat paripurna untuk menentukan interpelasi disetujui atau tidak.

Melihat komposisi anggota DPRD DKI Jakarta saat ini, sulit untuk terpenuhinya kuorum agar digelar sidang paripurna.

Tidak mudah mempengaruhi partai lain. Isunya kurang seksi. Malah, prestasi Anies lebih seksi. Terutama dalam penanganan Covid-19.

Kalkulasi partai pendukung Anies di DPRD DKI Jakarta diperkirakan berjumlah 54 orang. Persis 50 persen plus 1.

Apalagi kalau NasDem dan Golkar bergabung bersama Gubernur Anies dalam menghadapi interpelasi.

Total 67 anggota Dewan atau 72 persen

Partai NasDem dan Golkar belum tentu setuju dengan pengajuan hak interpelasi.

Jumlah kursi anggota Dewan dari NasDem dan Golkar sebanyak 13 orang. Makin sulit bila kedua partai ini bergabung bersama Anies dalam menghadapi usulan interpelasi.

Interpelasi PDIP dan PSI bagai peluru kosong. Kemungkinan besar bakal kandas. Tidak memenuhi syarat minimal 50 persen plus 1 untuk dibawa ke sidang paripurna.

Interpelasi terhadap Anies gagal untuk kedua kalinya. Oposisi Anies ‘menembak’ dengan peluru kosong.

Secara politik, Anies diuntungkan dengan pengajuan hak interpelasi oleh PDIP dan PSI. Semakin meneguhkan kedua partai tersebut sebagai oposisi Anies. Rakyat makin simpati dan empati sama Anies.

Bukan kali ini saja Anies ‘ditembak’ dengan peluru kosong. Media sempat menggoreng isu korupsi tanah Munjul.

Bahkan, Ketua KPK Firli Bahuri sempat bersuara lantang. Anies akan diperiksa KPK. Digoreng habis oleh media dan buzzeRp. Nyatanya hanya isapan jempol.

Ngerinya lagi. BuzzeRp menggoreng korupsi PT. Jakarta Toursindo (Jaktour) di Hotel Grand Cempaka.

Padahal, penyalahgunaan keuangan di Hotel Grand Cempaka terjadi di masa kepemimpinan Ahok.
Sementara itu, media mainstream dan buzzeRp menutup-nutupi skandal korupsi era Ahok. Skandal mark up RS Sumber Waras dan kasus pembelian tanah milik Pemprov DKI di Cengkareng.

Salut sama Anies. Diam bahkan tersenyum. Sedikit pun Anies tidak membalas. Karena Anies tahu kalau ‘serangan’ mereka hanya peluru kosong.

*Penulis adalah Pegiat Dakwah dan Sosial

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya