Berita

Ashraf Ghani dalam video klarifikasi di media sosilnya pada tanggal 18 Agutus lalu/Net

Dunia

AS Kecewa Ashraf Ghani Kabur Tanpa Berjuang, Menyisakan "Kursi Kosong" di Afghanistan

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 16:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Presiden Ashraf Ghani untuk melarikan diri dari Afghanistan ketika Taliban memasuki Kabul pada 15 Agustus lalu menjadi kekecewaan tersendiri bagi Amerika Serikat (AS).

Diplomat senior Abdurrahman Mohammad Fachir atau AM Fachir menyebut, baru pertama kali bagi Afghanistan mengalami political vaccum atau kekosongan politik secara domestik dan regional seperti halnya saat ini.

Di domestik, perginya Ghani dan para pejabat lainnya telah meninggalkan kursi kosong di pemerintahan. Di sisi lain, mundurnya Amerika Serikat (AS) juga menciptakan kekosongan pengaruh, meski China dan Rusia disebut-sebut tengah bersiap mengambil alih.


"Yang jelas, salah satu kekecewaan Amerika Serikat, yang banyak orang lihat, Presiden Ghani itu tidak berjuang untuk Afghanistan. Dia lebih jadi alatnya Amerika," kata Fachir dalam webinar yang digelar Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN) bertajuk "Meneropong Nasib Afghanistan di Era Taliban dan Implikasinya untuk Indonesia" pada Kamis siang (26/8).

Selama pemerintahannya, lanjut Fachir, Ghani juga jarang sekali membuat interaksi dengan pihak-pihak di dalam Afghanistan. Alhasil, perpecahan antarkelompok masih terjadi.

"Tidak ada (upaya) membentuk united Afghanistan dalam proses 20 tahun itu," sambung Wakil Menteri Luar Negeri periode 2014-2019 ini.

Ashraf Ghani menduduki jabatan sebagai Presiden Afghanistan sejak 2014, menggantikan Hamid Karzai. Pencalonannya dilakukan setelah ia gagal menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Ia dikenal sebagai tokoh independen yang berhasil memperoleh kemenangan tipis dari lawan politiknya pada pilpres 2014, Abdullah Abdullah, di babak kedua. Ashraf Ghani hanya mengantongi 50,6 persen dari 1,2 juta pemilik suara yang memilih. Ghani juga berhasil melanggengkan kekuasaannya dalam pilpres 2019, setelah mengalahkan lawan yang sama, Abdullah Abdullah.

Sebelum kembali ke Afghanistan di tahun 2002 untuk menjadi Menteri Keuangan di era Hamid Karzai, Ashraf Ghani adalah dosen di John Hopkins University.

Dia juga disebutkan pernah bekerja untuk Bank Dunia. Latar belakangnya ini membuat banyak kalangan yang menilai dirinya sebagai "agen Amerika". Bahkan kemenangan dua kalinya kerap disebut sebagai dukungan Amerika.

Setelah meninggalkan Afghanistan, Ghani disebut membawa tumpukan uang jutaan dolar AS. Namun hal ini dibantahnya, bahkan mantan ajudannya menyebut Ghani hanya pergi memakai pakaian yang ia kenakan tanpa sempat mengganti sepatu.

Lewat sebuah video yang diunggah di Facebook, Ghani mengatakan keputusannya meninggalkan Afghanistan untuk menghindari pertumpahan darah.

Ghani melarikan diri ke Termez, Uzbekistan. Setelah menghabiskan satu malam di sana, ia pergi ke Uni Emirat Arab.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya