Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Erdogan: Masa Depan Afghanistan Ditentukan oleh Tindakan Taliban, Bukan Kata-katanya

KAMIS, 26 AGUSTUS 2021 | 10:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Masa depan Afghanistan hanya bisa ditentukan oleh tindakan nyata Taliban, bukan sekedar kata-kata belaka.

Demikian disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pernyataan di hadapan para duta besar pada upacara peringatan 950 tahun Pertempuran Malazgirt, yang menandai awal dari pemukiman Turki pertama di Anatolia, Rabu (25/8) waktu setempat.

“Tindakan Taliban, dan bukan kata-kata yang akan menentukan proses Afghanistan di masa depan,” kata Erdogan sekali lagi, seperti dikutip dari Anadolu Agency, kamis (26/8).


Pemerintah Turki menyoroti pesan dari para pemimpin Taliban dengan optimisme yang hati-hati. Erdogan menggarisbawahi pentingnya mencapai stabilitas di Afghanistan dan bahwa Ankara terus melakukan dialog erat dengan semua pihak di negara itu dengan tujuan ini.

Dia juga menekankan pentingnya membentuk pemerintah yang mencakup semua unsur di Afghanistan. Saat ini, prioritas di negara yang dilanda perang itu adalah untuk mengisi kesenjangan otoritas untuk memastikan keamanan publik dan normalisasi.

Menyinggung kebutuhan mendesak warga Afghanistan, termasuk makanan, presiden Turki mengatakan bahwa pandemi virus corona, kekeringan, dan masalah keuangan sangat merugikan masyarakat.

“Masyarakat internasional harus membantu Afghanistan di masa sulit ini dan menunjukkan solidaritas, terlepas dari siapa yang memerintah negara ini,” katanya.

“Pasukan dan diplomat Turki telah melakukan upaya luar biasa untuk memastikan ketertiban di bandara dan mempertahankan operasi evakuasi,” ujar Erdogan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya