Berita

Suasana bandara Kabul, warga Afghanistan minta mereka segera dievakuasi/Net

Dunia

Prihatin dengan Banjir Pengungsi di Bandara Kabul, Taliban: Mereka Tidak Seharusnya Pergi dari Afghanistan

RABU, 25 AGUSTUS 2021 | 11:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Banjir pengungsi di Bandara Kabul dalam beberapa hari belakangan membuat kelompok Taliban prihatin. Kekacauan itu tidak semestinya terjadi, orang-orang tidak harus meninggalkan Afghanistan, menurut mereka.

"Kami ingin meyakinkan para penerjemah Afghanistan, dan warga Afghanistan lain yang bekerja untuk kedutaan atau untuk pasukan barat, bahwa kami akan melindungi mereka," kata Juru Bicara Taliban, Zabihulla Mujahid, dalam konferensi persnya pada Selasa (24/8).

Taliban mengimbau dengan sangat, bahwa mereka tidak seharusnya pergi. Kelompok itu akan memberikan jaminan keamanan bagi para pekerja, begitu juga dengan warga Afghanistan lainnya.


"Apa yang terjadi hari ini di bandara Kabul menyakitkan, Amerika seharusnya tidak mendesak warga Afghanistan untuk meninggalkan negara ini," kata Mujahid, seperti dikutip dari FP.

Pekerja medis, pekerja pendidikan dan petugas lalu lintas, juga dilarang meninggalkan negara itu, dan kembali ke pekerjaan mereka.

Taliban telah memblokir akses ke bandara bagi warga Afghanistan, kecuali untuk orang asing.

Mujahid mengatakan, proses konsultasi politik berjalan dengan sukses, diharapkan kontur pemerintahan baru akan jelas dalam beberapa hari mendatang. Dengan segera Tanah Afghanistan akan damai. ia memastikan Afghanistan tidak akan digunakan untuk melawan negara tetangga atau negara lain.

Setelah 20 tahun kerusuhan di Afghanistan, saat ini mereka akan menegakkan perdamaian. Lembaga pelayanan publik segera akan aktif kembali untuk melayani negara dan massa. Bahkan, bank telah dibuka  dan orang bebas untuk menarik uang tunai dari rekening mereka.

Dia juga meyakinkan tentang kemerdekaan dan perlindungan hak-hak perempuan di negara itu. Tidak akan ada pelanggaran hak asasi manusia di Afghanistan, janji Mujahid.

Namun begitu, ia mendesak karyawan wanita agar tinggal di rumah sampai keamanan tempat kerja dan institusi mereka dipastikan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya