Berita

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti/Net

Politik

Disorot Presiden, LaNyalla Minta Kepala Daerah di Jatim Optimalkan Isolasi Terpusat

SENIN, 23 AGUSTUS 2021 | 14:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengingatkan seluruh kepala daerah di Jawa Timur untuk meningkatkan penanganan Covid-19 di Jatim. Termasuk mengoptimalkan isolasi terpusat.

Pasalnya, angka kematian kasus Covid-19 di Jawa Timur turut disorot Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Sabtu (21/8), Jawa Timur menjadi provinsi kedua tertinggi tingkat kematian Covid dengan persentase 7,1 persen.
 

 
Selain karena komorbid, tingginya angka kematian Covid di Jatim dinilai karena masih banyaknya pasien Corona yang melakukan isolasi mandiri (Isoman).

“Penting sekali bagi kepala daerah di Jawa Timur untuk mengoptimalkan isolasi terpusat (isoter) bagi warga yang terpapar Corona. Ini sebagai antisipasi agar pasien tertangani dengan baik sebab banyak kejadian warga yang terpapar Covid drop mendadak saat isoman sehingga tak sedikit yang kemudian tak bisa ditolong,” kata LaNyalla, Senin (23/8).

Menurut LaNyalla, isolasi terpusat bagi pasien Covid-19 menjadi kunci untuk menekan angka kematian pasien Corona.

“Kepala daerah juga harus cermat memahami kondisi di daerahnya masing-masing. Harus kerja cepat dan taktis dalam mengambil kebijakan. Meski kondisinya memang berat, kepala daerah harus cekatan dalam melakukan upaya penanganan kematian akibat Covid yang masih tinggi,” tutur Senator asal Jawa Timur tersebut.

Selain itu, LaNyalla meminta fasilitas kesehatan dan pelayanan kepada pasien Covid di Jatim ditingkatkan. Dengan begitu, penanganan kepada pasien Covid dapat dilakukan secara maksimal.

“Pastikan Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur terkendali. Kemudian gencarkan lagi testing dan tracing terhadap kontak erat pasien dan suspect Corona. Oksigen dan obat-obatan serta vitamin bagi pasien Covid harus selalu tersedia,” tegas LaNyalla.

Terlepas dari angka kematian Covid yang masih tinggi, mantan Ketua Umum PSSI tersebut mengapresiasi tren penanganan Covid di Jatim yang membaik.

Laporan Pemprov Jatim menyebut tren BOR menurun, hingga adanya peningkatan tracing dan testing dari yang awalnya 1,2 persen naik menjadi 9,4 persen.

“BOR di Jatim sudah di bawah standar WHO yaitu 60 persen, termasuk BOR ICU dari 78 persen turun menjadi 59 persen. Lalu menurunnya jumlah wilayah PPKM level 4 dari yang sebelumnya 30 kabupaten/kota saat ini hanya tinggal 17,” pujinya.

Selain itu, LaNyalla menilai tes dan tracing di Jatim kian membaik setelah Pemda dibantu Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Program vaksinasi Covid di Jawa Timur juga mendapat apresiasi. Pemprov melaporkan sudah 26,46 persen masyarakat yang divaksin dosis pertama atau setara 8,42 juta jiwa. Sedangkan untuk vaksin dosis kedua di Jatim  mencapai 14,26 persen atau 4,53 juta orang.

Kemajuan lainnya adalah zona merah di Jatim semakin hari terus mengalami penurunan. Jika sebelumnya ada 34 kabupaten/kota di Jatim yang berada dalam status risiko tinggi Corona, laporan pekan lalu menyebutkan hanya tinggal 15 kabupaten/kota yang berada dalam zona merah.

Pemprov Jatim pun melaporkan Rate of Transmission (RT) di wilayahnya sudah berada di bawah 1. LaNyalla menilai hal tersebut cukup menggembirakan.

“Itu artinya penyebaran virus Corona di Jawa Timur mulai terkendali dan semakin landai. Prestasi ini harus dipertahankan, dan sebisa mungkin terus ditingkatkan dengan kinerja yang apik dari para kepala daerah di Jatim,” tutupnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya