Berita

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin/Net

Dunia

Menhan AS: Kami Tidak Mengira Serangan Taliban Sangat Cepat

SENIN, 23 AGUSTUS 2021 | 13:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Baik intelijen maupun Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon tidak pernah mengira pemerintahan Afghanistan yang dipimpin Ashraf Ghani dapat runtuh hanya dalam 11 hari.

Begitu yang dikatakan oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dalam wawancara dengan ABC pada Minggu (22/8). Austin mengaku Washington sangat terkejut dengan serangan kilat Taliban yang menguasai ibukota Afghanistan, Kabul pada pekan lalu.

"Itu adalah evolusi yang sangat cepat, bergerak cepat, dan serba cepat," kata Austin.


"Ini semua terjadi dalam rentang waktu sekitar 11 hari. Tidak ada yang memperkirakan bahwa, Anda tahu, pemerintah akan jatuh dalam 11 hari," tambahnya.

Pentagon sebelumnya telah memperkirakan kerangka waktu kisaran beberapa bulan hingga dua tahun hingga akhirnya Taliban merebut kendali, setelah AS menarik pasukannya.

Namun Austin mengatakan, Taliban mulai mendapat keuntungan lantaran banyak wilayah di Afghanistan yang akhirnya menyerahkan diri tanpa pertempuran.

"Kami akan mencoba yang terbaik untuk membuat semua orang, setiap warga negara Amerika yang ingin keluar, keluar," tambahnya.

Austin kemudian menyalahkan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Presiden Donald Trump lantaran menempatkan AS ke situasi yang tidak menguntungkan.

Berdasarkan kesepakatan damai antara AS era Trump dengan Taliban pada Februari 2020, Washington akan menarik pasukan dari Afghanistan dengan syarat Taliban menghentikan kekerasan dan mulai melakukan perundingan dengan pemerintah di Kabul.

"Melihat apa yang diwarisi pemerintah, kami dihadapkan pada tenggat waktu 1 Mei untuk mengeluarkan semua pasukan dari negara itu. Kesepakatan ini telah dicapai dengan Taliban. Jadi dia (Presiden Joe Biden) harus dengan cepat menilai dan melihat semua opsi," jelasnya.

Sejak perebutan Kabul pada 15 Agustus, sekitar 17 ribu orang telah dievakuasi oleh AS dari Afghanistan. Sementara sejak akhir Juli, sudah ada sekitar 22 ribu orang yang dievakuasi.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya