Berita

Menteri luar Negeri Australia Marise Payne/Net

Dunia

Australia Siap Temani Pasukan AS di Afghanistan Melewati Batas Waktu Penarikan 31 Agustus

SENIN, 23 AGUSTUS 2021 | 11:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Pemerintah Australia mengatakan pihaknya siap mengikuti langkah AS untuk memperpanjang masa keberadaan mereka di Afghanistan, merujuk pada proses evakuasi yang mungkin memakan waktu yang tidak sebentar.

Hal itu disampaikan Menteri luar Negeri Australia Marise Payne kepada wartawan di Canberra, Senin (23/8) waktu setempat.

“Australia bersedia membantu evakuasi dari Afghanistan setelah 31 Agustus jika Amerika Serikat memutuskan untuk menunda penarikannya,” kata Payne, seperti dikutip dari Reuters.


Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden pekan lalu mengatakan bahwa pasukan AS mungkin tinggal di Afghanistan melewati batas waktu 31 Agustus untuk mengevakuasi warga Amerika.

Sementara Australia telah mengevakuasi sekitar 1.000 warga dan warga Afghanistan dari Kabul dalam seminggu terakhir, dan Payne mengatakan Australia akan bersedia mendukung penerbangan penyelamatan lebih lanjut.

“Kami adalah bagian dari diskusi itu dan jika akan diperpanjang, kami benar-benar siap mendukung operasi lanjutan di Bandara Internasional Hamid Karzai,” kata Payne.

Payne tidak merinci apakah 250 personel militer yang dikerahkan oleh Australia akan tetap dipertahankan jika evakuasi diperpanjang.

Pemerintah Australia berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mempercepat penyelamatan warga Australia dan Afganistan yang bekerja untuk negara itu selama keterlibatannya selama dua dekade di Afganistan.

Namun, Perdana Menteri Scott Morrison telah memperingatkan Australia tidak mungkin dapat membantu semua warga Afghanistan yang telah memberikan bantuan, dan hanya menawarkan 3.000 visa kepada warga Afghanistan yang melarikan diri dari program visa kemanusiaan Australia.

Australia adalah bagian dari pasukan internasional pimpinan NATO yang memerangi Taliban dan melatih pasukan keamanan Afghanistan pada tahun-tahun setelah gerilyawan digulingkan pada 2001. Lebih dari 39.000 personel militer Australia bertugas di Afghanistan dan 41 tewas di sana.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya